Berita Narkoba

Pengakuan Tiga Warga Mrebet Purbalingga: Sudah Setahun Ini Jualan Pil Hexymer, Sepaket Rp 25 Ribu

Penangkapan ketiga tersangka berawal dari adanya laporan masyarakat terhadap dugaan penjualan obat terlarang di wilayah Kecamatan Mrebet. 

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: deni setiawan
POLRES PURBALINGGA
Wajah ketiga tersangka pengedar narkoba di wilayah hukum Polres Purbalingga, Jumat (5/11/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURBALINGGA - Satres narkoba Polres Purbalingga menangkap tiga tersangka pengedar narkoba berikut barang bukti ratusan butir obat-obatan terlarang. 

Tiga tersangka yang ditangkap itu yaitu IF (20) warga Desa Pengalusan, Kecamatan Mrebet, AS (24) warga Desa Serayu Larangan, Kecamatan Mrebet dan ASP (25) warga Desa Binangun, Kecamatan Mrebet. 

Baca juga: 15 Pejabat Pemkab Purbalingga Dirotasi, Berikut Data Nama dan Posisi Jabatan Saat Ini

Baca juga: Rumah di Babakan Purbalingga Terbakar Dini Hari, Diduga Sengaja Dibakar Pemilik

Baca juga: Wabup Purbalingga Ingatkan Kontraktor Pembangunan Puskesmas Rembang, Proyek Terlambat dari Target

Baca juga: Antisipasi Dampak La Nina, BPBD Purbalingga Pastikan Peralatan dan Personel Siap Hadapi Bencana

"Tiga tersangka merupakan warga dari satu kecamatan." 

"Ketiganya merupakan pengedar obat terlarang jenis Hexymer," ujar Kabag Operasi Polres Purbalingga, Kompol Pujiono kepada Tribunbanyumas.com, Jumat (5/11/2021). 

Penangkapan ketiga tersangka berawal dari adanya laporan masyarakat terhadap dugaan penjualan obat terlarang di wilayah Kecamatan Mrebet. 

Setelah dilakukan penyelidikan akhirnya tersangka berinisial IF berhasil ditangkap pada Minggu (24/10/2021) di rumahnya.

"Setelah satu tersangka ditangkap, petugas menangkap kembali dua orang lainnya berinisial AS dan ASP." 

"Dua orang tersebut berperan membantu tersangka IF menjual obat terlarang," imbuhnya. 

Dari para tersangka disita barang bukti berupa 860 butir obat terlarang jenis Hexymer, tiga telepon genggam, dan bekas bungkus rokok.

Selain itu, disita pula uang tunai sebesar Rp 156 ribu yang merupakan hasil penjualan obat terlarang.

Berdasarkan keterangan ketiga tersangka, mereka sudah setahun berjualan obat terlarang.

Obat jenis Hexymer dibeli oleh tersangka IF secara online. 

Kemudian dijual kembali bersama tersangka AS dan ASP dalam paket berisi 5 butir dan 10 butir di wilayah Kecamatan Mrebet.

Pelaku membeli obat-obatan itu seharga Rp 600 ribu berisi 1.000 butir yang kemudian dijual paketan 5-10 butir dengan harga Rp 25 ribu. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved