Breaking News:

Berita Banjarnegara Hari Ini

Derasnya Aliran Sungai Tulis Banjarnegara, Jembatan Penghubung Desa Dua Kabupaten Itu Kembali Hanyut

Seusai jembatan hanyut, warga biasanya swadaya membangun kembali akses penyeberangan itu menggunakan bahan alam.  

Penulis: khoirul muzaki | Editor: deni setiawan
DOKUMENTASI WARGA VIA FACEBOOK
Tangkapan layar jembatan bambu di Desa Larangan, Kecamatan Pagentan, Kabupaten Banjarnegara putus dan hanyut terbawa arus, Jumat (5/11/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BANJARNEGARA - Curah hujan tinggi dalam beberapa hari terakhir membuat sungai-sungai di Kabupaten Banjarnegara meluap.

Sungai Tulis di Kecamatan Pagentan, Kabupaten Banjarnegara pun ikut meluap. 

Bencana itu tak melahirkan korban jiwa.

Baca juga: Material Longsoran Tebing Jebol Kamar Rumah Sumyati, Warga Dusun Sipandan Banjarnegara

Baca juga: Anggota DPRD Banjarnegara Bantah Tudingan KPK, Disebut Mangkir Padahal Belum Dapat Surat Resmi

Baca juga: KPK Panggil Lagi Saksi, Telusuri Permintaan Fee Proyek Pengadaan Barang dan Jasa di Banjarnegara

Baca juga: Terus Dalami Dugaan Suap Bupati Nonaktif Banjarnegara, KPK Periksa Dua Saksi dari ULP dan Wiraswasta

Tetapi menyisakan penderitaan bagi warga Desa Larangan Kecamatan Pagentan, Kabupaten Banjarnegara dan Desa Jebengplampitan Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Wonosobo.  

Dua desa yang terpisah sungai itu selama ini terhubung karena adanya akses jembatan bambu. 

Namun nahas, air sungai yang meluap dan berarus kencang telah menghanyutkan jembatan itu. 

Bangunan jembatan berbahan bambu tak mampu menahan ganasnya arus Sungai Tulis.

Puing jembatan yang dibangun secara swadaya oleh warga itu pun raib terbawa arus.

Seketika akses melalui jembatan itu terputus. 

"Iya betul (hanyut)," kata Wanidi, Ketua Forum Pengurangan Risiko Bencana Kecamatan Pagentan itu kepada Tribunbanyumas.com, Jumat (5/11/2021). 

Halaman
123
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved