Breaking News:

Berita Banjarnegara Hari Ini

Berikut Hasil Pemeriksaan KPK Terhadap Ajudan Budhi Sarwono, Kaitan Kasus Korupsi di Banjarnegara

Wahyudiono diperiksa sebagai saksi kasus dugaan suap pengadaan barang dan jasa di Pemkab Banjarnegara Tahun 2017-2018.

Editor: deni setiawan
TRIBUNNEWS.COM
ILUSTRASI - Bupati nonaktif Banjarnegara Budhi Sarwono mengenakan rompi orange di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Jumat (3/9/2021). Dia ditetapkan menjadi tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa TA 2017-2018 Pemkab Banjarnegara. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, JAKARTA - Penyidik KPK memeriksa Wahyudiono, ajudan Bupati nonaktif Banjarnegara Budhi Sarwono pada Rabu (27/10/2021).

Wahyudiono diperiksa sebagai saksi kasus dugaan suap pengadaan barang dan jasa di Pemkab Banjarnegara Tahun 2017-2018.

Ia diperiksa untuk tersangka Budhi Sarwono dan orang kepercayaan Bupati, Kedy Afandi.

Baca juga: Cara Pemkab Banjarnegara Cegah Longsor, Tanam Bibit Bintamin dan Akasia Dekuren di Bukit Sipandu

Baca juga: Berikut Nama-nama Pemenang Pilkades Serentak di Banjarnegara, Hanya Ada 1 Perempuan

Baca juga: Jalan Perbatasan Jadi Mulus, Warga Plorengan Banjarnegara Bawa Spanduk Dukungan bagi Budhi Sarwono

Baca juga: Ditahan KPK, Bupati Nonaktif Banjarnegara Budhi Sarwono Tetap Santuni ODGJ di Panti Pamardi Raharjo

"Saksi didalami pengetahuannya terkait dengan dugaan hadir langsungnya tersangka BS (Budhi Sarwono) maupun tersangka KA (Kedy Afandi)."

"Itu kaitannya dalam memberikan pengarahan untuk para pengusaha yang akan mengerjakan berbagai proyek di Pemkab Banjarnegara," ujar Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri seperti dilansir dari Kompas.com, Kamis (28/10/2021).

"Arahan tersebut diduga antara lain terkait adanya pembagian persentase fee untuk tersangka BS," ucap dia.

Selain ajudan Budhi Sarwono, KPK juga memeriksa wiraswasta bernama Susmono Dwi Santoso, Staf Keuangan PT Adi Wijaya, Febriana Eriska Putri.

Direktur CV Pilar Abadhi, Prihoni dan Sekretaris Kecamatan Kalibening, Cion Pramundita.

Adapun pemeriksaan tersebut dilakukan di Kantor Ditreskrimsus Polda Jateng di Jalan Sukun Raya Nomor 46, Srondol Wetan, Banyumanik, Kota Semarang.

Dalam kasus tersebut, KPK menduga Budhi menerima commitment fee atas berbagai pekerjaan proyek infrastruktur di Kabupaten Banjarnegara sekira Rp 2,1 miliar.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved