Breaking News:

Berita Semarang

12 Sekolah Negeri di Kota Semarang Belum Gelar PTM, Terganjal Restu Orangtua

Sebanyak 12 sekolah negeri di Kota Semarang belum menggelar PTM meski wilayah tersebut berstatus level 1 PPKM.

Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/MAMDUKH ADI PRIYANTO
Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang Gunawan Saptogiri (kiri) bersama Sekretaris Ditjen PAUD Dikdasmen Kemendikbudristek di Kota Semarang, Kamis (28/10/2021). 

"Tidak ada klaster covid di sekolah, di Kota Semarang," tegasnya.

Gunawan kerap mendapatkan laporan bahwa ada sekolah yang rutin melaksanakan tes swab covid untuk peserta didiknya.

Hal tersebut untuk menjamin keamanan dan kelancaran PTM terbatas.

"Kami harap, itu dipertahankan terus sehingga tidak ada klaster covid di sekolah," katanya.

Ia menambahkan, dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) bisa digunakan untuk belanja kebutuhan perlengkapan dan peralatan terkait protokol kesehatan.

Baca juga: Kartu Prakerja Purbalingga Mulai Tunjukkan Hasil, 132 Peserta Jadi Wirausaha dan Pekerja Pabrik

Baca juga: Tak Hanya di UNS Solo, Kasus Peserta Diklatsar Menwa Tewas Juga Terjadi di UMS

Baca juga: Gara-gara Syarat Tes PCR, Pembukaan Penerbangan Komersial Perdana Jakarta-Ngloram Blora Tertunda

Baca juga: Resmi Turun, Berikut Tarif Tes PCR dan Antigen Terbaru

Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Dasar Menengah Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Dirjen PAUD-Dikdasmen Kemendikbudristek), Jumeri menuturkan, pemerintah sedang berupaya menghadirkan vaksinasi untuk anak di bawah 12 tahun.

"Kementerian Kesehatan sudah berbicara dengan kami terkait itu. Namun, belum dipastikan kapan (vaksinasi untuk anak di bawah 12 tahun) bisa dilaksanakan."

"Jadi, saya tidak bisa bilang untuk saat ini. Tapi secara umum, anak-anak masih aman," kata Jumeri saat di Semarang.

Terkait klaster di sekolah, Jumeri menuturkan, itu sebuah pertanda peringatan agar sekolah untuk berhati-hati melaksanakan PTM terbatas.

"Jika pembelajaran tidak terjadi, semua rugi. Kejebles (terbentur) tembok, kesandung, itu kan biasa. Sing ngati-ngati mlakune (hati-hati jalannya)," ucap Jumeri. (*)

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved