Breaking News:

Berita Ekonomi Bisnis

Cerita Turno Sukses Pasarkan Kopi Kaliasa Banjarnegara - Lewat Online Bisa Jangkau Lebih Luas

Banyak pemuda desa yang mulai menggeluti bisnis kopi, baik sebagai petani, penjual hingga barista di kafe-kafe yang menjamur di daerah. 

Penulis: khoirul muzaki | Editor: deni setiawan
TRIBUN BANYUMAS/KHOIRUL MUZAKKI
Turno memamerkan produk Kopi Kailasa produksi Koperasi Sikopel Mitreka Satata Kabupaten Banjarnegara, Senin (25/10/2021). 

Tetapi kini, kata dia, layanan pengiriman semakin mudah.

Ia tak perlu repot-repot ke kantor ekspedisi, karena penyedia jasa bersedia menjemput ke rumah. 

"Sekarang berapapun pesanan, kurir ekspedisi mau jemput, jadi enak," katanya.

Alhasil, kini, meski pandemi masih berjalan, pihaknya tak khawatir tak bisa menjual barang.

Permintaan kopi, baik secara langsung maupun melalui situs online tetap stabil. 

Ia menilai, kopi sudah menjadi bagian gaya hidup masyarakat.

Hampir setiap orang mengonsumsi kopi meski intensitasnya berbeda.

Bukan hanya warga lokal, masyarakat mancanegara pun menyukai kopi.  

Pihaknya bahkan sedang menjajaki kerja sama untuk ekspor kopi arabika ke Singapura. 

Bergeliatnya industri kopi juga ikut mendongkrak kesejahteraan petani. 

Hasil panen petani dapat terbeli dengan harga lebih tinggi. 

Ini sekaligus memotivasi petani untuk memperluas penanaman kopi.

Terlebih, selain fungsi ekonomi, kopi punya fungsi ekologi yang baik untuk konservasi lingkungan. 

"Tanaman kopi bisa mencegah erosi."

"Dan bisa di selanya ditanami tegakan untuk penguat tebing," katanya.

Industri kopi nyatanya mampu menyerap banyak tenaga kerja di desa. 

Banyak pemuda desa yang mulai menggeluti bisnis kopi, baik sebagai petani, penjual hingga barista di kafe-kafe yang menjamur di daerah. 

Novianto salah satunya. 

Pemilik brand Java Sikopel ini sempat terpuruk usahanya di awal pandemi.

Tetapi itu tak berjalan lama. 

Permintaan kopi kembali stabil meski pandemi masih berjalan hingga sekarang. 

Pelanggannya sampai luar kota. 

Dia mengembangkan usaha kopi secara mandiri.

Mulai dari pemilihan biji kopi, roasting, hingga pengemasan, ia sudah memiliki alat sendiri. 

Novianto juga menjual produk via online dan lewat jejaring teman-temannya di luar kota. 

Ia juga mendirikan kafe di Bukit Sikopel, Desa Babadan. 

Meski jauh dari perkotaan, kafenya diminati pelanggan, baik wisatawan maupun warga lokal yang lidahnya mulai akrab dengan kopi arabika

"Saya juga jual di marketplace," katanya. (*)

Disclaimer Tribun Banyumas

Bersama kita lawan virus corona.

Tribunbanyumas.com mengajak seluruh pembaca untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan.

Ingat pesan ibu, 5M (Memakai masker, rajin Mencuci tangan, selalu Menjaga jarak, Menghindari kerumunan, mengurangi Mobilitas).

Baca juga: Perhompedin Semarang: Penderita Kanker Boleh Disuntik Vaksin, Tapi Ini Syaratnya

Baca juga: Bupati Hartopo Targetkan Pembangunan MPP Kudus Selesai Akhir Tahun, Pekan Depan Mulai Pengecoran

Baca juga: Pemkab Pati Gelar Vaksinasi Massal Sepekan ke Depan Nih, Silakan Catat Waktu dan Tempatnya

Baca juga: Selasa Malam Hadapi Persib Bandung, Pelatih PSIS Semarang: Kami Percaya Bisa Raih Tiga Poin

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved