Breaking News:

Berita Kebumen

3700 pelanggaran Lalu Lintas di Kebumen Terekam ETLE, Mayoritas Tak Pakai Sabuk Pengaman dan Helm

Dari data yang dimiliki Sat Lantas Polres Kebumen, pada tiga bulan terakhir, terdapat 3.700 pelanggaran lalu lintas.

Penulis: khoirul muzaki | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/DOK HUMAS POLRES KEBUMEN
Anggota Polres Kebumen menunjukkan pelanggaran lalu lintas melalui rekaman kamera elektronik, Jumat (22/10/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KEBUMEN - Angka pelanggaran lalu lintas di wilayah Kebumen terbilang tinggi. Dari data yang dimiliki Sat Lantas Polres Kebumen, pada tiga bulan terakhir, terdapat 3.700 pelanggaran lalu lintas.

Kasi Humas Polres Kebumen Iptu Tugiman mengatakan, ribuan pelanggar terdeteksi berdasarkan penindakan kamera Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) dan Kamera Portable Penindakan Kendaraan Bermotor (Kopek) yang dilakukan setiap hari.

"Hasil rekap, kasus pelanggaran lalu lintas masih tergolong tinggi di Kebumen. Para pengguna jalan tertangkap kamera saat melakukan pelanggaran," jelas Iptu Tugiman, Jumat (22/10/2021).

Baca juga: Jumlah ODGJ Kebumen Masuk Lima Besar Terbanyak di Jateng, Bupati: Mayoritas Mereka Masih Usia Muda

Baca juga: Tinggalkan Rumah Tengah Malam, Warga Kebumen Ditemukan Tewas di Saluran Irigasi

Baca juga: Pak Lurah Bocorkan Rahasianya, Panjatan Jadi Kelurahan Tertinggi Capaian Vaksinasi di Kebumen

Baca juga: Jelang Hari Santri, Ponpes di Kebumen Terima Ribuan Perlengkapan Prokes dari Pemkab

Adapun rincian pelanggaran, yakni pada bulan Juli sebanyak 1200 pelanggaran, Agustus 1000 pelanggaran, dan bulan September 1500 pelanggaran.

Mengenai jenis pelanggaran, diungkapkan Iptu Tugiman, para pengguna jalan rata-rata tidak memakai sabuk keselamatan untuk pengendara mobil, tidak memakai helm dan menerobos lampu merah untuk pengendara sepeda motor.

Para pelanggar terekam di 11 titik kamera ETLE yang dipasang Polres Kebumen dan terekam kamera Kopek petugas Sat Lantas yang sedang melaksanakan patroli.

Para pelanggar akan mendapat surat tilang elektronik yang dikirim melalui Pos, untuk selanjutnya melakukan konfirmasi ke Sat Lantas Polres Kebumen.

Tugiman menyayangkan tingginya angka pelanggaran lalu lintas di Kebumen.

Ini menandakan kurangnya kesadaran hukum masyarakat. Padahal, pelanggaran bisa memicu kecelakaan lalu lintas.

Kecelakaan lalu lintas biasa didahului sebuah pelanggaran yang dilakukan oleh pengguna jalan. (*)

Baca juga: Musim Hujan Tiba, BMKG Imbau Masyarakat Tegal Raya Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang

Baca juga: Pohon Albasia Tumbang di Rembang Purbalingga, Timpa Atap Rumah Warga, Sore Itu Sedang Hujan Deras

Baca juga: Anak di Bawah 12 Tahun Sudah Boleh Naik Kereta Api, Berlaku Mulai 22 Oktober 2021

Baca juga: Pimpin Upacara Hari Santri Nasional, Bupati Banyumas Ajak Santri Terus Berkarya untuk Indonesia

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved