Berita Cilacap Hari Ini
Cilacap Rawan Bencana Tsunami, BMKG Kenalkan Aplikasi Sirita, Cara Gunakan Sangat Mudah Loh
Kabupaten Cilacap sebagian wilayahnya merupakan pesisir yang berhadapan langsung dengan pantai selatan dan memiliki risiko tinggi bencana tsunami.
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: deni setiawan
TRIBUNBANYUMAS.COM, CILACAP - PT Semen Indonesia (Persero) Tbk atau SIG melalui unit usahanya PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBI) Pabrik Cilacap, menggelar sosialisasi tanggap bencana gempa bumi dan tsunami, Kamis (21/10/2021).
Hal ini adalah bentuk sinergi bersama BPBD Kabupaten Cilacap dan BMKG Banjarnegara.
Saat sosialisasi, BMKG memperkenalkan aplikasi Sirita (Sirens for Rapid Information on Tsunami Alert) berbasis Android.
Baca juga: Cegah Abrasi di Pantai Lengkong Cilacap Meluas, BBWS Serayu Opak Akan Bangun Tanggul Darurat
Baca juga: Pasang Target Capaian Vaksin 80 Persen Akhir Tahun, Pemkab Cilacap Genjot Vaksinasi 20 Ribu Per Hari
Baca juga: Puluhan Tambak Udang di Cilacap Jebol Diterjang Gelombang Pasang, Petambak Merugi Miliaran Rupiah
Baca juga: Video Pertamina Bangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya untuk Perumahan dan Rumah Sakit di Cilacap
"Kami terus melakukan sosialisasi tanggap bencana kepada masyarakat dan bekerja sama dengan semua pihak termasuk dunia industri seperti SBI."
"Semakin banyak orang memahami tanggap darurat semakin bagus," ujar Kepala BPBD Kabupaten Cilacap, Wijonardi kepada Tribunbanyumas.com, Kamis (21/10/2021).
Kabupaten Cilacap sebagian wilayahnya merupakan pesisir yang berhadapan langsung dengan pantai selatan dan memiliki risiko tinggi bencana tsunami.
Berbagai upaya mitigasi mengurangi risiko terus diupayakan salah satunya penggunaan aplikasi Sirita.
Terutama untuk memudahkan pemerintah daerah menyampaikan perintah evakuasi kepada masyarakat sebagai bentuk peringatan dini.
"Kami berterima kasih kepada BPBD dan BMKG atas kehadiran aplikasi Sirita yang membantu kami untuk tanggap bencana secara baik dan cepat," ujar Dewi Hestyani, Community Relations Manager SBI.
Sosilisasi tanggap bencana dipusatkan di Balai RW 05, Kelurahan Tambakreja, Kecamatan Cilacap Selatan dan diikuti oleh 35 personel.
Mereka merupakan komunitas tanggap bencana dari Kelurahan Tambakreja, Tegalkamulyan, dan Kesugihan. (*)
Baca juga: Tiga Remaja Kabur Dihampiri Anggota Patroli Polres Purbalingga, Ternyata sedang Asyik Pesta Tuak
Baca juga: Raih Medali Emas di PON Papua, Atlet Panjat Tebing Purbalingga Terima Bonus dari Bupati
Baca juga: Balita Jadi Korban Longsor di Desa Mlaya Banjarnegara, Berikut Informasi Lengkap RAPI Punggelan
Baca juga: FKKBA Ajak Warga Berdonasi, Bantu Pengelola Kebun Binatang, Termasuk Serulingmas Zoo Banjarnegara
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/sosialisasi-tanggap-bencana-cilacap.jpg)