Breaking News:

Aktivitas Gunung Merapi Terkini

Wilayah Boyolali Kembali Diguyur Hujan Abu Erupsi Gunung Merapi, Warga: Belum Mengganggu Aktivitas

Hujan abu akibat erupsi Gunung Merapi kembali mengguyur wilayah Boyolali, Rabu(20/10/2021).

Editor: rika irawati
BPPTKG YOGYAKARTA
ILUSTRASI. Guguran lava pijar terlihat dari Desa Hargobinangun, Pakem, Sleman, DI Yogyakarta, Sabtu (27/2/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BOYOLALI - Hujan abu akibat erupsi Gunung Merapi kembali mengguyur wilayah Boyolali, Rabu(20/10/2021).

Tercatat, terjadi guguran lava dan awan panas sebanyak dua kali pada Selasa (19/10/2021) malam, yakni pukul 19.41 WIB dan 19.48 WIB.

Dikutip dari TribunSolo.com, guguran awan panas tersebut terekam di seismogram dengan amplitudo maksimal 50 milimeter dan durasi maksimal 236 detik dengan estimasi jarak luncur ±2,5 km dari puncak.

Itu menyebabkan guyuran hujan abu ke sejumlah desa di Lereng Gunung Merapi, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali. Tak terkecuali, Dusun Stabelan.

Baca juga: Merapi Terus Keluarkan Lahar Panas, BPBD Magelang Siaga 24 Jam Setiap Hari

Baca juga: Pakai Alat Pembuat Palet Ini, Peternak di Boyolali Tak Kesulitan Cari Pakan saat Hujan Abu Merapi

Baca juga: Pamit Naik Gunung Merapi, Warga Sleman Yogyakarta Hilang di Bukit Kendil

Baca juga: Update Erupsi Gunung Merapi, Ganjar: Kami Pantau Terus Perkembangannya

Kadus Stabelan, Maryanto menuturkan, hujan abu tak membuat aktivitas masyarakat terganggu.

"Kalau di Stabelan memang sempat terjadi hujan abu namun hanya tipis dan tak sampai mengganggu aktivitas warga," ujarnya, Rabu.

Senada dengan Maryanto, Kades Jrakah, Tumar, mengatakan, turunnya hujan abu terjadi di wilayah Desa Jrakah sekitar pukul 19.30 WIB.

Tumar mengatakan, hujan abu disertai hujan cukup lebat sehingga sebagian besar abu larut dalam air hujan.

"Meskipun sisa-sisa abu masih ada yang menempel pada tanaman di ladang maupun rerumputan," ujar Tumar.

Tumar mengaku tidak mendengar suara detuman dari puncak Merapi. Dia menduga, suara itu teredam lantaran saat yang bersamaan, hujan deras mengguyur kawasan tersebut.

"Biasanya, kalau erupsi, terdengar suara dentuman dari puncak Merapi. Namun, semalam, tidak terdengar, mungkin karena hujan deras," kata Tumar.

Baca juga: Banyumas Level 2 PPKM, Bupati: Kalau Semua Disiplin, Pertengahan November Bisa Turun Lagi ke Level 1

Baca juga: Resmi! Eks Pelatih Kepala AC Milan Academy Misha Radovic Jabat Direktur Teknik Persis Solo

Baca juga: Pelatih Voli Putri di Demak Cabuli 13 Anak Didiknya, 1 Siswi Hamil

Baca juga: Harga Emas Antam di Pegadiaan Pagi Ini, Rabu 20 Oktober 2021: Rp 1.839.000 Per 2 Gram

Sementara itu, hujan abu juga dirasakan sejumlah wisatawan yang menginap di tenda tempat wisata Gunung Nganten di Desa Lencoh.

Sejumlah mobil yang diparkir tertutup abu cukup tebal hingga tenda yang digunakan wisatawan, juga tertutup abu.

"Kami masuk ke sini pukul 19.30 WIB sudah hujan abu cukup tebal, langsung kami dan teman-teman masuk ke dalam tenda," ungkap Ian, koordinator wisatawan asal Perhut, Solo. (*)

Artikel ini telah tayang di TribunSolo.com dengan judul Merapi Luncurkan Awan Panas, Sejumlah Desa di Boyolali Kena Hujan Abu, Tak Ganggu Aktivitas Warga.

Sumber: Tribun Solo
Berita Populer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved