Breaking News:

Berita Jateng

Polda Jateng Gerebek Kantor Penagihan Pinjol di Yogyakarta, Penagih Sebar Konten Pornografi

Ditreskrimsus Polda Jateng menggerebek kantor penagihan pinjaman online (pinjol) PT AKS yang beralamat di jalan Kyai Mojo Tegalrejo Yogyakarta.

TRIBUNBANYUMAS/RAHDYAN TRIJOKO PAMUNGKAS
Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi bersama Dirreskrimsus Polda Jateng Kombes Pol Johanson Ronald Simamora, Kepala OJK Perwakilan Jawa Tengah Aman Sentosa, serta perwakilan Bank Indonesia, menunjukkan barang bukti yang digunakan untuk melakukan penagihan pinjaman online dalam konferensi pers di lobi Polda Jateng, Selasa (19/10/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Jajaran Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jateng menggerebek kantor penagihan pinjaman online (pinjol) PT AKS yang beralamat di jalan Kyai Mojo Tegalrejo Yogyakarta.

Dalam menagih, mereka menggunakan konten pornografi yang merugikan nasabah.

Dalam kasus dengan korban warga Jateng ini, polisi mengamankan tiga orang.

Satu di antaranya, perempuan berinisial A, yang merupakan debt collector di PT AKS.

Dihadapan Polisi, A mengaku baru tiga bulan bekerja di bidang penagihan.

Saat menagih debitur, dia tidak langsung meneror. Ia mengingatkan terlebih dahulu ke nasabah bahwa tagihan telah jatuh tempo.

"Awalnya, saya beri reminder (mengingatkan). Kalau tidak direspon, saya spam dengan mengirim teror ke nomor nasabah itu," ujar A saat dihadirkan dalam konfrensi pers di lobi Polda Jateng, Selasa (19/10/2021).

Baca juga: Ini Perintah Presiden Jokowi ke OJK setelah Mendengar Banyak Warga Terjerat Pinjol

Baca juga: OJK Tegal Sebut 90 Persen Pengaduan Kaitannya Pinjol Ilegal, Ini Imbauan Ludy Arlianto

Baca juga: ASN di Pemkab Boyolali Terjerat Pinjol, Berawal Utang Rp 900 Ribu Membengkak Jadi Rp 75 Juta

Baca juga: Karyawan Indomart di Tegal Coba Rampok 2 Alfamart untuk Bayar Pinjol, Gagal setelah Pegawai Teriak

Jika tidak direspon, A menghubungi nomor kerabat yang dicantumkan peminjam sebagai kontak darurat saat mengisi lembar permohonan.

"Saya hubungi kontak darurat tersebut. Jika tidak ada respon juga, baru diposting di kontak yang dimiliki nasabah tersebut," tutur dia.

A mengatakan, bunga yang dikenakan ke debitur telat bayar cukup tinggi. Rata-rata, bunga yang dikenakan setiap pekan mencapai Rp 1,2 juta.

Halaman
123
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved