Breaking News:

Berita Ekonomi Bisnis

Pemkab Karanganyar Minta Tambahan Alokasi LPG 3 Kg, Tahun Depan Diharapkan Hingga 12 Juta Tabung

Pemkab Karanganyar mengusulkan penambahan alokasi gas LPG 3 Kg sebesar 6 persen menjadi 38.054.000 kilogram atau 38.054 Matriks Ton (MT).

Penulis: Agus Iswadi | Editor: deni setiawan
TRIBUN BANYUMAS/AGUS ISWADI
Agen gas LPG 3 Kg di wilayah Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Karanganyar, Selasa (19/10/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KARANGANYAR - Pemkab Karanganyar mengusulkan alokasi gas LPG 3 kilogram pada 2022, meningkat 6 persen dari tahun sebelumnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, alokasi gas LPG 3 Kg 35.900.000 kilogram pada 2021.

Dari jumlah tersebut, Pemkab Karanganyar mengusulkan penambahan alokasi gas LPG 3 Kg sebesar 6 persen menjadi 38.054.000 kilogram atau 38.054 Matriks Ton (MT).

Itu untuk kebutuhan 2022 atau setara 12.684.667 tabung.

Baca juga: Vaksinasi di Karanganyar Mulai Sasar Tingkat RT, Bidan Desa Disuruh Mendata yang Belum Vaksin

Baca juga: Data Terkini di Karanganyar - Capaian Vaksin Booster Nakes Sudah Capai 80 Persen

Baca juga: Nggak Ada Hujan Tahu-tahu Angin Kencang, 15 Rumah Rusak, Puting Beliung di Karanganyar

Baca juga: Semua Sekolah di Karanganyar Sudah Gelar PTM Terbatas, Disdikbud: Kalau Sakit Tidak Usah Berangkat

Kasubag Perekonomian dan SDA Setda Kabupaten Karanganyar, Daryoko menyampaikan, Pemkab Karanganyar telah mengusulkan alokasi kebutuhan gas LPG 3 Kg ke Kementerian ESDM.

Penambahan usulan gas LPG 3 Kg itu berdasarkan jumlah keluarga dan UMKM di Kabupaten Karanganyar.

"Laporan dari Disdag Kabupaten Karanganyar, ada peningkatan UMKM kuliner."

'Usulan (gas LPG 3 Kg 2022) meningkat 6 persen."

"Semoga usulan kami bisa diterima pusat," katanya kepada Tribunbanyumas.com, Selasa (19/10/2021).

Dia menuturkan, penggunaan gas LPG 3 Kg di Kabupaten Karanganyar selama ini hanya sebatas untuk kebutuhan rumah tangga dan usaha kuliner.

Sedangkan untuk sektor pertanian dan peternakan belum diakomodir kaitannya dengan pengguna gas LPG 3 Kg.

"Memang penggunaan (gas LPG 3 Kg) untuk keluarga dan UMKM (kuliner) sudah diatur."

"Sedang pertanian penggunaan untuk sedot air, Karanganyar tidak termasuk," ungkapnya. (*)

Baca juga: Raih Medali Emas di PON Papua, Atlet Panjat Tebing Purbalingga Terima Bonus dari Bupati

Baca juga: Tak Lama Lagi, Rapid Tes Antigen untuk Syarat Penerbangan Bisa Dilakukan di Bandara JBS Purbalingga

Baca juga: Oknum Penasihat Hukum di Purwokerto Positif Sabu, Terjaring saat Razia BNNK Banyumas di Tempat Kos

Baca juga: Dukung Budidaya Kapulaga di Panusupan Banyumas, Pemprov dan BPR BKK Purwokerto Beri 8000 Pohon

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved