Breaking News:

Berita Banyumas Hari Ini

Banner Bertuliskan 'Pulangkan Jokowi ke Solo' Hiasi Aksi Mahasiswa di Banyumas, Ini Alasan Mereka

Spanduk-spanduk bertuliskan 'dosa-dosa rezim Jokowi selama 7 tahun' terpasang di pintu gerbang Gedung DPRD Kabupaten Banyumas. 

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: deni setiawan
TRIBUN BANYUMAS/PERMATA PUTRA SEJATI
Gabungan mahasiswa dari berbagai universitas membentangkan spanduk dan banner saat menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung DPRD Kabupaten Banyumas, Senin (18/10/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Gabungan mahasiswa dari berbagai universitas menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung DPRD Kabupaten Banyumas, Senin (18/10/2021). 

Ratusan mahasiswa ingin menyampaikan sejumlah evaluasi terkait dengan refleksi 7 tahun kepemimpinan Presiden Joko Widodo

Spanduk-spanduk bertuliskan 'dosa-dosa rezim Jokowi selama 7 tahun' terpasang di pintu gerbang Gedung DPRD Kabupaten Banyumas. 

Baca juga: Kasus Penganiayaan di Banyumas, Istri Tersangka Lapor Balik Korban: Suami Saya Juga Dipukul

Baca juga: Dukung Budidaya Kapulaga di Panusupan Banyumas, Pemprov dan BPR BKK Purwokerto Beri 8000 Pohon

Baca juga: Produksi Sampah Plastik Berlimpah, Pemkab Banyumas Mendaur Ulang Jadi Genting dan Paving

Baca juga: Selamat, Empat Aplikasi Pemkab Banyumas Masuk Top 40 Inovasi Pelayanan Publik KIPP 2021 Jateng

Banner bertuliskan kritikan seperti 'Pulangkan Jokowi ke Solo, Drama Korea Tak Seasik Drama Negara, hingga Jokowi End Game menghiasi aksi massa. 

Dalam aksi massa mahasiswa di Banyumas kali ini, mereka menuntut bertemu dengan Bupati, Wakil Bupati, Ketua DPRD. 

Dengan membawa sejumlah pernyataan mereka ingin mencoba masuk dan meminta agar Bupati Banyumas menandatangani sejumlah kesepakatan agar disampaikan ke pihak pusat. 

Menteri Pergerakan Mahasiswa BEM Unsoed Purwokerto, Wisnu Ludhi mengatakan, isu yang ingin disampaikan adalah kebebasan sipil yang dianggapnya Orde Baru yang paling baru. 

Menurutnya, banyak sekali tindakan intimidasi dan aksi represif yang dilakukan aparat pemerintah. 

"Akhir-akhir ini terjadi sejumlah aksi kekerasaan terhadap mahasiswa yang dilakukan oleh aparat kepolisian."

"Kemudian ada sejumlah pelanggaran HAM berat yang dianggap banyak belum terselesaikan," katanya kepada Tribunbanyumas.com, Senin (18/10/2021). 

Belum lagi, lanjutnya, terkait pelemahan lembaga anti korupsi, yaitu kasus pemberhentian 50 pegawai KPK. 

Menanggapi hal tersebut, Ketua DPRD Kabupaten Banyumas, dr Budi Setiawan menerima secara langsung aksi mahasiswa. 

"Akan kami sampaikan ke Pemerintah Pusat dan upayakan apa yang menjadi tuntutan segera disampaikan," katanya. (*)

Baca juga: Bolehkah Warga Kebumen Gelar Peringatan Maulid Nabi? Bupati: Belum Diizinkan Tapi Tak Bisa Melarang

Baca juga: Warga Temukan Belasan Benda Pusaka di Sepanjang Sungai Menganti Kebumen, Begini Cerita Sukamsi

Baca juga: Cegah Abrasi di Pantai Lengkong Cilacap Meluas, BBWS Serayu Opak Akan Bangun Tanggul Darurat

Baca juga: Puluhan Tambak Udang di Cilacap Jebol Diterjang Gelombang Pasang, Petambak Merugi Miliaran Rupiah

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved