Breaking News:

Berita Banyumas

Dukung Budidaya Kapulaga di Panusupan Banyumas, Pemprov dan BPR BKK Purwokerto Beri 8000 Pohon

Kepala Biro Perekonomian Setda Provinsi Jawa Tengah Edy Sulistyo Bramiyanto mengatakan, di Desa Panusupan, mereka menyerahkan 8.000 pohon kapulaga.

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/DOK HUMAS PEMKAB BANYUMAS
BPR BKK Purwokerto (Perseroda) bersama Biro Perekonomian Setda Provinsi Jawa Tengah menyerahkan bantuan 8.000 pohon kapulaga untuk masyarakat Desa Panusupan, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, Sabtu (16/10/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Warga Desa Panusupan dan Sokawera di Kecamatan Cilongok menerima bantuan dari PT BPR BKK Purwokerto (Perseroda) bersama Biro Perekonomian Setda Provinsi Jawa Tengah, Sabtu (16/10/2021).

Bantuan ini dikucurkan sebagai bagian dari program penanganan kemiskinan ekstrem.

Kepala Biro Perekonomian Setda Provinsi Jawa Tengah Edy Sulistyo Bramiyanto mengatakan, di Desa Panusupan, mereka menyerahkan bantuan 8.000 pohon kapulaga.

Sementara, di Desa Sokawera, bantuan diberikan dalam bentuk 50 paket sembako dan 50 santunan anak yatim. Bantuan diserahkan di Balai Desa Sokawera.

Terkait dengan bantuan bibit kapulaga, menurut Edy, Desa Panusupan memiliki lahan yang cocok untuk budidaya ini.

Baca juga: Produksi Sampah Plastik Berlimpah, Pemkab Banyumas Mendaur Ulang Jadi Genting dan Paving

Baca juga: Selamat, Empat Aplikasi Pemkab Banyumas Masuk Top 40 Inovasi Pelayanan Publik KIPP 2021 Jateng

Baca juga: TMMD Sengkuyung Banyumas Resmi Ditutup, Jalan Tembus Desa Dawuhan ke Desa Binangun Bisa Dilewati

Baca juga: 24 Kasus Asusila Anak di Banyumas Terjadi Sepanjang Januari-Oktober 2021, Korban Berumur 13-15 Tahun

Nantinya, kapulaga hasil pertanian di Panusupan diharapkan bisa memenuhi kebutuhan dalam negeri juga diekspor agar bisa meningkatkan kesejahteraan petani.

"Produksi kapulaga di dalam negeri tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan sendiri namun juga untuk memenuhi permintaan ekspor dari negara-negara Timur Tengah, Mesir, dan India," katanya dikutip dalam rilis yang diterima, Minggu (17/10/2021).

Ia menambahkan, penanganan kemiskinan ekstrem dilakukan secara kolaboratif antara provinsi dan kabupaten.

Anggaran yang digunakan pun dari berbagai sumber, tak hanya dari pemerintah tetapi juga bisa dari Baznas, CSR, atau filantropi.

"Program pendampingan satu OPD satu desa harus bekerja optimal agar target penurunan kemiskinan bisa tercapai," imbuhnya.

Direktur PT BPR BKK Purwokerto (Perseroda) Sugeng Priyono mengatakan bahwa dana CSR perusahaan yang dipimpinnya sebagian dialokasikan untuk pengentasan kemiskinan.

"Sebelumnya, juga telah diberikan bantuan berupa RTLH, masker, paket sembako untuk Desa Panusupan pada tahun 2020, Paket sembako untuk Desa Sokawera pada bulan Juni tahun 2021," katanya.

Ia menambahkan, selain dana CSR, sumber dana bantuan kali ini juga berasal dari APBD provinsi Jawa Tengah dan Basnaz Provinsi Jawa Tengah. (Tribunbanyumas/jti)

Baca juga: Paryo Minta Pemerintah Turun Tangan, Kondisi Peternak Ayam Petelur di Banjarnegara Kian Terpuruk

Baca juga: Museum Sangiran Sragen Kembali Dibuka, Kini Ada Tour Guide yang Temani Pengunjung

Baca juga: Ikuti Vaksinasi Covid di RS Mardi Rahayu Kudus, Lansia Dapat Pemeriksaan Gratis Gula Darah

Baca juga: Jelang Liga 3 Jateng Bergulir, Persibat Batang Berhasil Gaet Eks Pemain Liga 1 Rafid Lestaluhu

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved