Breaking News:

Berita Semarang

Tunggakan PBB 2021 Capai Rp 35 Miliar, Bapenda Kota Semarang Gandeng Kejari Tagih Wajib Pajak

Tunggakan pajak bumi dan bangunan (PBB) di Kota Semarang mencapai Rp 35 miliar pada 2021, dari total 36 ribu wajib pajak.

Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/EKA YULIANTI FAJLIN
Bapenda Kota Semarang dan Kejari Kota Semarang menyampaikan STPD PBB Kecamatan Gajahmungkur di kantor Kecamatan Gajahmungkur, Kamis (14/10/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Tunggakan pajak bumi dan bangunan (PBB) di Kota Semarang mencapai Rp 35 miliar pada 2021, dari total 36 ribu wajib pajak.

Pembayaran PPB sendiri telah jatuh tempo pada 31 Agustus lalu.

Kasi Pajak I Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Semarang Bambang Prihartono mengatakan, PBB menjadi pendapatan primadona dari sejumlah pajak daerah di Kota Lunpia.

Dalam tiga tahun berturut-turut, PBB selalu mencapai target pendapatan.

Untuk itu, pada 2021 ini, pihaknya berusaha mendorong masyarakat membayar PBB, terutama wajib pajak yang menunggak.

Baca juga: BRT Trans Jateng Rute Semarang-Godong Grobogan via Demak Resmi Mengaspal, Tiket Rp 2000 untuk Buruh

Baca juga: Mengapa Semarang Belum Nol Kasus Covid-19? Ini Penjelasan Moh Abdul Hakam

Baca juga: Dampak Pengecoran, Jalan Pantura Semarang di Mangkang Macet hingga 10 Km. Sopir: Jadi Boros Solar

Baca juga: Dipicu Saling Pandang, Pemuda Kampung Sawah dan Karyawan Distributor Adu Jotos di Kalimas Semarang

Menurutnya, tingkat kepatuhan masyarakat dalam membayar PBB sudah cukup baik, yakni 80 persen. Namun demikian, masih ada 20 persen yang masih menunggak.

"Selama dua tahun, dari 2020, kami bekerja sama dengan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Semarang. Selaku jaksa negara, kami gandeng untuk bersama-sama menagih wajib pajak yang belum melakukan pembayaran," terang Bambang, saat penyampaian STPD PBB di kantor Kecamatan Gajahmungkur, Kamis (14/10/2021).

Menurutnya, selama bekerja sama dengan Kejari Kota Semarang, hasil penagihan cukup signifikan.

Realisasi penagihan tunggakan, pada 2019, sebesar Rp 13 miliar. Sedangkan, pada 2020, realisasinya sebesar Rp 70 miliar.

"Pada 2021, kami kembali kerja sama untuk menagih tunggakan. Harapannya, bisa sama seperti tahun kemarin meskipun masih pandemi karena kami ada berbagai kebijakan di antaranya relaksasi, keringanan, dan sebagainya," sebutnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved