Breaking News:

Berita Kebumen

Dilarang Penambahan Minimarket di Kebumen, Bupati Arif Sugiyanto: Bagian Lindungi Pasar Rakyat

Keberadaan swalayan atau minimarket di Kecamatan Kebumen sudah cukup banyak, sehingga perlu dibatasi melalui Peraturan Daerah (Perda).

Penulis: khoirul muzaki | Editor: deni setiawan
TRIBUNBANYUMAS/DOK HUMAS PEMKAB KEBUMEN
Bupati Kebumen Arif Sugiyanto. 

Dalam Raperda itu, kata Bupati juga diatur mengenai pendirian swalayan atau minimarket di luar Kecamatan Kebumen

Izin pendirian toko masih boleh dikeluarkan di luar kota Kebumen, namun tetap mempertimbangkan jarak. 

Artinya, swalayan yang dibangun jaraknya harus jauh dari pasar rakyat. 

"Artinya swalayan atau minimarket jaraknya harus jauh dari pasar rakyat."

"Misalnya 2 atau sampai 3 kilometer," tuturnya.

Bupati menegaskan, dalam Permendag Nomor 23 Tahun 2021 tentang Pedoman Pengembangan, Penataan, dan Pembinaan Pusat Perbelanjaan dan Toko Swalayan, Pemkab sepenuhnya diberi kewenangan untuk mengatur dan menata pusat perbelanjaan dan toko swalayan di wilayahnya.

Kebijakan itu tentunya dengan memperhitungkan kondisi sosial ekonomi masyarakat serta keterkaitannya dengan keberadaan pasar rakyat, dan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) khususnya UMKM lokal. (*)

Baca juga: Warga Cibangkong Banyumas Ditangkap Anggota Polres Purbalingga, Ada Sabu 0,5 Gram di Kamar Kos

Baca juga: Dukung Pembangunan UIN Saizu, Bupati Purbalingga Ingin Kampus Beroperasi di Masa Kepemimpinannya

Baca juga: Harga Minyak Goreng Bikin Pedagang Banjarnegara Menjerit, Satu Karton Capai Rp 190 Ribu

Baca juga: Ini Saran Plh Bupati Banjarnegara Bagi PNS Purna Tugas, Biar Tidak Terjangkit Post Power Syndrome

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved