Breaking News:

Berita Kriminal Hari Ini

Kades Tambahsari Terbukti Selewengkan Dana Desa Rp 148 Juta, Sudah Ditahan di Polres Kendal

Jiman ditahan di sel tahanan Polres Kendal pada Jumat (8/10/2021) malam atas dugaan penyelewengan dana desa (DD) untuk kepentingan pribadi.

Penulis: Saiful Ma'sum | Editor: deni setiawan
net.
ILUSTRASI korupsi dan penyimpangan Dana Desa. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KENDAL - Satreskrim Polres Kendal menahan Kades Tambahsari, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Kendal, bernama Jiman.

Jiman ditahan di sel tahanan Polres Kendal pada Jumat (8/10/2021) malam atas dugaan penyelewengan dana desa (DD) untuk kepentingan pribadi.

Kasat Reskrim Polres Kendal, AKP Daniel Artasasta Tambunan saat dikonfirmasi, membenarkan adanya penahanan Jiman.

Baca juga: Saluran Irigasi di Boja Kendal Disulap Jadi Tempat Wisata Air: Panjang 1 Km, Tak Ada Tiket Masuk

Baca juga: Targetkan Turun ke Level 1 PPKM, Kendal Kejar Vaksinasi 70 Persen Warga Sasaran Tercapai Oktober

Baca juga: Disdikbud Kendal Klaim PTM Terbatas Aman, Hasil Swab Antigen Lingkungan Sekolah Negatif Semua

Baca juga: Pasca Tiga Ruang SMPN 3 Kaliwungu Terbakar, Ini Janji Bantuan Disdikbud Kendal

Kata dia, pria yang saat ini berprofesi sebagai Kades Tambahsari itu diamankan polisi atas dugaan penyelewengan dana desa hingga Rp 148 juta.

Penahanan dilakukan setelah jajaran Satreskrim Polres Kendal melakukan pemeriksaan intensif kepada tersangka setelah adanya laporan disertai bukti-bukti dari Inspektorat Kabupaten Kendal

Kades Jiman diduga telah melakukan tindak pidana korupsi berupa penyalahgunaan dan penyelewengan Dana Desa Tahun 2018 untuk kepentingan pribadi.

Padahal, dana desa itu sedianya digunakan untuk pembangunan gedung beserta sarana dan prasarananya. 

"Benar Reskrim Polres Kendal telah melakukan upaya penegakan hukum dugaan tindak pidana (penyelewengan, red) dana desa pada 2018 dengan kerugian negara Rp 148 juta," terangnya kepada Tribunbanyumas.com, Sabtu (9/10/2021).

AKP Daniel melanjutkan, hasil pemeriksaan sementara diketahui bahwa dana desa itu seharusnya disalurkan untuk pembangunan oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Atas perbuatannya, Kades Jiman dijerat Pasal 2 Ayat 1 atau Pasal 3 dan Pasal 8 UU RI Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana yang diatur dalam UU RI Nomor 20 Tahun 2021 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Ancaman hukuman adalah penjara minimal 4 tahun, maksimal 20 tahun dengan denda maksimal Rp 1 miliar. (*)

Baca juga: PSIS Semarang Terima Surat dari PSSI, Dewangga dan Yogi Dipanggil TC Timnas Indonesia U-23

Baca juga: Ian Andrew Gillan Sudah Resmi Diperkenalkan, Ini Doa dan Harapan Suporter PSIS Semarang

Baca juga: Suryani Kaget Berlipat Ganda, Rumahnya Didatangi Bupati Kebumen, Izin Masuk Dapur Bikin Nasi Goreng

Baca juga: Pencarian Nelayan di Pantai Sumberjati Kebumen Dihentikan, Korban Terakhir Ditemukan di Hari Kelima

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved