Teror Virus Corona

Muncul Lagi Klaster Sekolah di Salatiga. 6 Siswa SDN Gendongan 1 Positif Covid, PTM Dihentikan

Enam siswa SD Negeri Gendongan 1, Kota Salatiga, positif Covid-19. Saat ini, mereka menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing.

Editor: rika irawati
TRIBUN BANYUMAS/M NAFIUL HARIS
Wali Kota Salatiga, Yuliyanto. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SALATIGA - Enam siswa SD Negeri Gendongan 1, Kota Salatiga, positif Covid-19.

Saat ini, mereka menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing.

Wali Kota Salatiga Yuliyanto mengatakan, akibat klaster sekolah tersebut, pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di sekolah tersebut dihentikan.

"Karena kasus ini, sekolah tersebut ditutup dan tidak ada pembelajaran tatap muka selama satu pekan," kata Yuliyanto, dikutip dari Kompas.com, Sabtu (2/10/2021).

Baca juga: Anda Suka Singkong? Kunjungi Kampung Singkong Argowiyoto Salatiga, Tersedia 23 Varian Makanan

Baca juga: Tersangka Kasus Lelang Arisan Oline di Salatiga Bertambah, Polisi Tetapkan Suami Siri Bandar

Baca juga: Bukan Uang Rupiah, Waroeng Sak-sake Tingkir Salatiga Layani Pembayaran Makanan Pakai Rongsok

Baca juga: 21 Formasi CPNS 2021 di Kota Salatiga Tak Ada Peminat, Ini yang Akan Dilakukan Pemkot

Yuliyanto mengungkapkan, sekolah tersebut telah menerapkan protokol kesehatan dan pembatasan peserta didik.

"Jadi, pada Sabtu (25/9/2021), ada siswa yang batuk dan demam. Kemudian, Selasa (28/9/2021), periksa Puskesmas Sidorejo Kidul dan dilakukan swab PCR, hasilnya positif," terangnya.

Kemudian, pada Rabu (29/9/2021), kepala sekolah diinfokan dari staf Puskesmas Sidorejo Kidul bahwa salah satu peserta didik terkonfirmasi positif Covid-19.

"Selanjutnya, dilakukan swab massal pada Jumat (1/10/2021), kepada 13 siswa dan guru yang saat itu berada di ruangan yang sama. Hasilnya, enam orang positif. Semua kontak erat diharuskan isolasi mandiri," kata Yuliyanto.

Dari hasil koordinasi, kata Yuliyanto, sekolah itu menghentikan PTM terbatas sementara untuk satu pekan ke depan, mulai Sabtu (2/10/2021) hingga Jumat (8/10/2021).

"Dilakukan penyemprotan disinfektan agar penularan tidak meluas," ungkapnya.

Yuliyanto menegaskan, dengan adanya kasus ini, pelaksanaan PTM di sekolah lain tetap dilanjutkan.

"Penghentian PTM sementara hanya untuk yang ada kasus Covid-19. Dengan adanya kasus ini, penerapan protokol kesehatan jangan hanya seremoni semata, semua harus diperiksa dengan seksama."

"Kalau memang ada yang sakit, harus tegas disampaikan untuk tidak berangkat sekolah. Screnning awal dari rumah dan orangtua, kemudian pihak sekolah, harus tegas," paparnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Salatiga Yuni Ambarwati menyampaikan, keselamatan siswa adalah hal yang utama.

"Sekolah yang ada siswa terpapar Covid-19 langsung ditutup agar kasus tidak meluas," ungkapnya.

Baca juga: Difabel Desa Gumiwang Banjarnegara Menjadi Berdaya: Produksi Batik Ciprat, Lebih Percaya Diri

Baca juga: Polres Pekalongan Tanam 3000 Bibit Pohon Mangrove, Upaya Mageri Segara Cegah Abrasi di Pesisir Utara

Baca juga: Mabuk dan Lempari Pengendara di Kota Lama Semarang, Pekerja Proyek Berurusan dengan Tim Elang Utara

Baca juga: Harga Emas Antam di Pegadaian Pagi Ini, Selasa 5 Oktober 2021: Rp 1.859.000 Per 2 Gram

Klaster sekolah ini, menurut Yuni, mempengaruhi rencana penambahan jam belajar siswa. Pihaknya akan melakukan evaluasi terlebih dulu.

"Kami menunggu izin dari Satgas Covid-19, tidak akan tergesa-gesa karena banyak yang harus dipertimbangkan," jelas dia. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Enam Siswa Positif Covid-19, PTM 1 Sekolah di Salatiga Dihentikan Sementara".

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved