Breaking News:

Berita Banjarnegara

Cegah Klaster Sekolah, Dinkes Banjarnegara Lakukan Tes Antigen Acak di Sekolah Pelaksana PTM

Dinas Kesehatan (Dinkes) Banjarnegara menggiatkan testing dan tracing Covid-19 di sekolah pelaksana pembelajaran tatap muka (PTM).

Penulis: khoirul muzaki | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/KHOIRUL MUZAKI
Beberapa siswi menyapu di komplek SMK Negeri 1 Bawang Banjarnegara, Senin (27/9/2021). Sekolah tersebut sudah mulai menggelar pembelajaran tatap muka (PTM). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BANJARNEGARA - Dinas Kesehatan (Dinkes) Banjarnegara menggiatkan testing dan tracing Covid-19 di sekolah pelaksana pembelajaran tatap muka (PTM).

Kegiatan ini merupakan upaya pencegahan munculnya klaster sekolah, seperti yang terjadi di Purbalingga.

Kepala Dinkes Banjarnegara dr Latifa Hesti Purwaningtyas mengatakan, pihaknya telah meminta puskesmas menggelar rapid antigen di sekolah penyelenggara PTM di area tugas puskesmas.

Perintah ini dikeluarkan setelah pihaknya menerima kabar seratusan siswa di Purbalingga terkonfirmasi positif Covid-19.

"Saya suruh sampel SMP dan SMA di wilayah Puskesmas masing-masing," kata Latifa, Senin (27/9/2021).

Baca juga: Rekanan Proyek Talud Terancam Tidak Bayaran, DPRD Banjarnegara: Dua Titik Kondisinya Sama

Baca juga: Ini Jawaban DPUPR Banjarnegara, Pasca Viral Talud Mudah Ambol Gunakan Tangan Kosong

Baca juga: Akui Ada Proyek Tak Sesuai Spek, DPUPR Banjarnegara Bakal Tolak Penyerahan sebelum Diperbaiki

Baca juga: Baznas Banjarnegara Serahkan Bantuan Rp 773 Juta kepada 915 Difabel, Fakir, dan Anak Yatim Piatu

Dalam testing tersebut, setiap sekolah hanya deiambil 20 sampel, terdiri dari 15 pelajar dan lima guru.

Temuan awal, pihaknya mendapati seorang guru SMP positif Covid-19 hasil tes antigen.

Tetapi, ia memastikan, sekolah tempat guru tersebut bertugas, belum melaksanakan PTM.

"Setelah dicek, ternyata belum PTM. Mungkin, saat pelaksanaan tes antigen, kebetulan guru itu piket di sekolah," katanya.

Guru yang diketahui positif dari hasil tes antigen itu lantas diminta menjalani isolasi mandiri.

Pihaknya juga melarang sekolah tersebut menggelar PTM.

Baca juga: Gelar Operasi Patuh Candi, Polres Purbalingga Bagikan 66 Helm dan Masker ke Pengguna Jalan

Baca juga: Data IDAI, Jateng Sumbang Kasus Kematian Anak Akibat Covid Terbanyak Sepanjang 2020

Baca juga: Klaster Sekolah Teratasi, Jepara Siap Gelar PTM Lagi

Baca juga: Wabup Banyumas Minta Pejabat Tolak Gratifikasi: Kalau Terpaksa Harus Terima, Segera Laporkan ke UPG

Latifa memastikan, Dinkes melaksanakan tracing terhadap kontak erat, serta memperluas tes cepat antigen untuk siswa dan guru.

"Kalau situasi sudah memungkinkan, baru sekolah itu boleh PTM," katanya.

Di luar seorang itu, ia memastikan, seluruh siswa maupun guru yang dites antigen, hasilnya negatif.

Dengan demikian, mereka tetap bisa melanjutkan PTM dengan protokol kesehatan yang ketat. (*)

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved