Breaking News:

Berita Purbalingga

Peringati Hari Agraria dan Tata Ruang, Bupati Purbalingga Minta Layanan Pertanahan Makin Baik

Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi meminta pegawai di Kantor Agraria dan Tata Ruang memberikan pelayanan terbaik kepada warga.

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/DOK HUMAS PEMKAB PURBALINGGA
Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi menyerahkan penghargaan Satya Lencana Karya Satya kepada PNS dalam upacara Peringatan Hari Agraria dan Tata Ruang, di halaman pendopo Dipokusumo, Jumat (24/9/2021) pagi. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURBALINGGA - Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi meminta pegawai di Kantor Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BTN) memberikan pelayanan terbaik kepada warga.

Permintaan ini disampaikan Tiwi, sapaan bupati, saat menjadi menjadi inspektur upacara peringatan Hari Agraria dan Tata Ruang, di halaman Pendopo Dipokusumo, Jumat (24/9/2021) pagi.

"Momentum Hari Agraria dan Tata Ruang ini, tentunya mampu menjadikan semangat bagi kita semua untuk senantiasa memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh masyarakat yang ada di Kabupaten Purbalingga," kata Tiwi dalam rilis yang diterima, Minggu (26/9/2021).

Dalam kesempatan tersebut, Tiwi membacakan sambutan Menteri Agraria dan Tata Ruang Republik Indonesia, Sofyan A Djalil.

Dalam kesempatan tersebut, Sofyan memastikan komitmen memerangi kejahatan pertanahan atau yang lebih dikenal dengan mafia tanah.

Baca juga: Bupati Purbalingga Lepas 4 Atlet ke PON dan Peparnas Papua: Tidak Perlu Terbebani, Beri yang Terbaik

Baca juga: Catatan Sementara Ada 112 Anak Terdampak di Purbalingga, Orangtuanya Meninggal Karena Covid-19

Baca juga: Ganjar: Kami Dampingi Kalau Sekolah Belum Siap, Jangan Seperti di Purbalingga dan Jepara

Baca juga: 30 Siswa SMP Negeri 4 Mrebet Purbalingga Jalani Karantina di Rumah, Satgas Bakal Jemput Bola

Dalam mengurangi dan memberantas mafia tanah hingga ke akarnya, Kementrian ATR/BPN bekerjasama dengan polri.

Sejumlah kasus besar pun telah terungkap. Bahkan, sebagian sudah divonis dan ada juga yang sedang dalam proses hukum.

"Bagi pegawai Kementrian ATR/BPN baik ASN ataupun PPNPN, jangan sekali-kali menjadi bagian dari mafia tanah. Saya tidak segan-segan mengambil tindakan tegas, bahkan memecat oknum yang terbukti terlibat," ancam Sofyan dalam pesan yang disampaikan bupati Purbalingga, sebagaimana rilis yang diterima, Minggu (26/9/2021).

Sofyan juga mengajak gubernur, bupati, wali kota, untuk mendukung program sertifikat tanah gratis lewat Pendaftaran Tanah Sistem Lengkap (PTSL).

Di antaranya, menyediakan anggaran Pra-PTSL, serta membantu meringankan beban masyarakat lewat pengurangan atau bahkan penghapusan bea perolehanhak atas tanah dan bangunan (BPHTB).

Sehingga, target tahun 2025 seluruh bidang tanah di Indonesia terdaftar, dapat dicapai.

Baca juga: Pasar Janglot Sragen Terbakar, Saksi Lihat Api Muncul saat Cuaca Gerimis

Baca juga: Tim e-Sports Jateng Lolos ke Final Eksibisi PON Papua 2021, Ganjar: Keren dan Membanggakan

Baca juga: Ganjar dan Airlangga Hartarto Bertemu di Klaten, Bersama-sama Bagi Apem Kiai Ageng Gribig

Baca juga: Inilah Guru SMK Terbaik Mengajar Online 2021 Versi AHM, Hendri Nurcahyo: Terima Kasih Apresiasinya

Menurut Sofyan, Masih banyak dijumpai kendala sertifikat tidak terbit karena masyarakat tidak mampu membayar BPHTB.

Dalam upacara tersebut, Bupati Tiwi juga menyerahkan penghargaan Satya Lancana Karya Satya sesuai Keputusan Presiden Republik Indonesia kepada PNS yang telah bekerja dengan penuh kesetiaan kepada Pancasila, UUD 1945, Negara dengan penuh pengabdian, kejujuran, kecakapan, dan disiplin.

Mereka yang bekerja secara terus-menerus, paling singkat 10 tahun, 20 tahun, dan 30 tahun. (Tribun banyumas/jti)

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved