Breaking News:

Berita Semarang

Cegah Masuknya Corona Varian Mu, Pemkot Semarang Perketat Pintu Masuk Wisatawan di Pelabuhan

Pemerintah Kota Semarang memperketat pintu masuk ibu Kota Jawa Tengah guna mengantisipasi penularan Covid-19 varian baru.

Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: rika irawati
TRIBUN BANYUMAS/HERMAWAN HANDAKA
Kapal Pesiar MV Columbus berbendera Bahama berlabuh di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Jawa Tengah, Jumat (13/03/20). Setidaknya ada sekitar 400 turis mancanegara yang turun untuk mengunjungi aneka destinasi wisata di Jawa Tengah. Hasil pemeriksaan clear, tidak ada yang positif (virus Corona atau COVID-19). 

"Ini masih jadi penelitian lebih lanjut. Dari awal, itu bisa menurunkan imunitas. Ini harus kita cari lagi bagaimana siklus hidup virus tersebut, apakah akan melawan antibodi atau sistem kekebalan tubuh yang ada di tubuh kita atau bagaimana," terang Hakam.

Menurutnya, vaksinasi yang saat ini masih digencarkan di Indonesia, yakni vaksin Sinovac, Moderna, maupun Sinopharm, masih sensitif terhadap varian baru Covid-19 Mu.

Pihaknya pun terus meningkatkan skrining atau deteksi Covid-19 di antaranya di pasar dan sekolah, yang saat ini mulai melakukan pembelajaran tatap muka (PTM).

Hakam pun meminta masyarakat tidak terlalu euforia walaupun Semarang sudah memasuki level 2.

Baca juga: Tepergok Buang Limbah, 2 Warga Polokarto Sukoharjo Jadi Tersangka Pencemaran Sungai Bengawan Solo

Baca juga: Saat Terbalik di Perairan Cilacap, Kapal Pengayom IV Membawa 2 Truk Bermuatan Pasir Bangunan

Baca juga: Ahli Waris Pasien Covid di Demak Bakal Terima Santunan Rp 1,5 Juta, Disediakan bagi 1.218 Orang

Baca juga: Mantan Gubernur Sumsel Alex Noerdin Jadi Tersangka, Diduga Ikut Rugikan Negara Rp 430 Triliun

Dia ingin, masyarakat tetap sehat dan tidak ada penularan varian baru sehingga mereka bisa beraktivitas serta dapat meningkatkan produktivitas.

Hakam pun mengimbau warga, terutama lansia di atas 60 tahun atau masyarakat yang mempunyai penyakit penyerta, agar tetap tertib terhadap protokol kesehatan, di antaranya memakai maaker, mencuci tangan, menjaga jarak, dan mengurangi mobilitas.

"Pasien-pasien yang tidak tertolong biasanya usia lanjut dan memiliki penyerta lebih dari dua," tambahnya. (*)

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved