Berita Pendidikan

Kesulitan Bayar UKT? Ada Bantuan dari Kemendikbudristek, Tersedia bagi 14.762 Mahasiswa Jateng

Kemendikbudristek memberikan bantuan atau beasiswa bagi mahasiswa yang kesulitan membayar uang kuliah tunggal (UKT) semester gasal 2021/2022.

Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/MAMDUKH ADI PRIYANTO
Sekretaris LLDIKTI Wilayah VI Dr Lukman. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi ( Kemendikbudristek) memberikan bantuan atau beasiswa bagi mahasiswa yang kesulitan membayar uang kuliah tunggal (UKT) semester gasal 2021/2022 ini.

Bantuan ini diberikan kepada mahasiswa aktif yang mengalami kendala lantaran orangtua atau penanggung biaya kuliah mengalami masalah finansial karena terdampak pandemi covid-19.

Berdasarkan data di Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) VI, di Jawa Tengah, ada sebanyak 357.520 mahasiswa.

Dari jumlah tersebut, 223.437 orang berstatus mahasiswa aktif dan 33.388 mahasiswa nonaktif. Sisanya, merupakan mahasiswa baru.

"Ada sebanyak 14.762 jumlah penerima beasiswa atau bantuan UKT perguruan tinggi swasta di wilayah LLDIKTI VI pada semester gasal," kata Sekretaris LLDIKTI Wilayah VI, Dr Lukman saat sosialisasi terkait beasiswa UKT dan Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K) secara daring, Senin (13/9/2021).

Baca juga: Jangan Lewatkan! UKSW Salatiga Siapkan Beasiswa Total Rp 100 Juta bagi Calon Mahasiswa Baru

Baca juga: Mahasiswa IAIN Kudus Gelar Demo terkait UKT, Minta Diskon dan Perpanjangan Waktu Pembayaran

Baca juga: Enam IAIN di Indonesia Diusulkan Jadi UIN, Ada IAIN Purwokerto dan Salatiga

Baca juga: Keren Nih, Kota Semarang Miliki Kampus UMKM Shopee, Ganjar: Saatnya Bikin Kerjaan Sendiri

Lukman mengatakan, pimpinan perguruan tinggi diberikan kewenangan untuk menentukan penerima bantuan UKT.

Sasaran penerima tidak mengikat terhadap penerima pada semester sebelumnya namun tetap dapat menjadi prioritas sasaran.

Namun demikian, tidak semua mahasiswa menerima bantuan UKT. Ada beberapa mahasiswa yang diprioritaskan untuk menerima bantuan UKT tersebut.

Syarat mahasiswa penerima bantuan UKT:

  1. Mahasiswa yang orangtuanya mengalami kendala finansial karena pandemi dan tidak sanggup membayar UKT semester gasal.
  2. Mahasiswa yang tidak sedang dibiayai program beasiswa lain yang membiayai UKT baik secara penuh atau sebagian.
  3. Mahasiswa yang sudah menerima bantuan UKT pada semester sebelumnya dan masih memenuhi syarat dan kelayakan menerima bantuan.
  4. Mahasiswa yang memiliki besaran biaya UKT1 (besaran maksimal Rp 500 ribu) dan UKT2 (besaran antara Rp 500 ribu-Rp 2 juta).
  5. Mahasiswa atau PT yang berasal dari wilayah khusus atau wilayah terpencil.
  6. Mahasiswa dari daerah yang terdampak langsung bencana, peserta Program Keluarga Harapan (PKH), pemegang Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), mahasiswa dari panti sosial, serta mahasiswa dari keluarga dengan pendapatan kotor orangtua maksimal Rp 4 juta.

Lukman juga meminta, agar dalam proses pengusulan penerima bantuan UKT tersebut, perguruan tinggi mempertimbangkan hal-hal yang sudah diatur.

Antara lain, terlebih dahulu melakukan relaksasi keringanan besaran UKT kepada mahasiswa yang menghadapi kendala finansial selama pandemi Covid-19.

Selanjutnya, besaran UKT yang sudah direlaksasi dapat diajukan sebagai besaran UKT penerima bantuan UKT.

Jika nilai besaran UKT masih lebih besar dari batas maksimal Rp 2,4 juta, perguruan tinggi bisa mengeluarkan kebijakan sesuai kondisi mahasiswa.

"Mahasiswa membuat surat pernyataan bahwa orangtua atau wali penanggung biaya kuliah mengalami kendala finansial karena terdampak covid," ucapnya.

Baca juga: Bioskop di Purwokerto Sudah Boleh Buka, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi Menurut Bupati Banyumas

Baca juga: Tingkatkan Wisatawan, Pemkab Jepara Bakal Tambah Jadwal Penyeberangan ke Karimunjawa

Baca juga: Pemkot Salatiga Siapkan Santunan bagi 336 Ahli Waris Pasien Covid yang Meninggal, Besarnya Rp 1 Juta

Baca juga: Pemerintah Wajibkan Penggunaan Aplikasi PeduliLindungi selama PPKM di Perusahaan hingga Supermarket

Pembatalan penerima bantuan UKT bias saja dibatalkan jika penerima terb ukti menerima beasiswa lain semisal KIP-Kuliah atau Bidikmisi.

Serta ditemukan data yang tidak valid terkait status akademik mahasiswa.

Lukman menegaskan, kuota bantuan UKT tidak diberikan bagi perguruan tinggi yang sedang mendapatkan sanksi akademik dari pusat maupun pembinaan dari LLDIKTI Wilayah VI.

"Kemudian, tidak sedang dalam proses penggabungan atau merger maupun proses pengajuan penutupan," tandasnya. (*)

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved