Breaking News:

Berita Kendal

Pedagang Pasar Weleri Kendal Berharap Pindah ke Pasar Darurat Akhir September, Masih Tunggu Sarpras

Pedagang Pasar Weleri Kendal berharap bisa menempati pasar darurat, di kawasan Terminal Bahurekso, Kecamatan Gemuh, akhir September ini.

Penulis: Saiful Ma'sum | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/SAIFUL MA'SUM
Pasar darurat Weleri selesai dibangun di kawasan Terminal Bahurekso, Gemuh, Kendal, Minggu (12/9/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KENDAL - Pedagang Pasar Weleri Kendal berharap bisa menempati pasar darurat, di kawasan Terminal Bahurekso, Kecamatan Gemuh, akhir September ini.

Sejak bangunan utama pasar terbakar, November 2020, para pedagang memilih berjualan di sekitar pasar.

"Kami berharap, akhir September mulai pindahan. Ada 1.800-an pedagang, saat ini, sudah siap pindah, tinggal menunggu sarprasnya. Ada listrik, juga drainase," terang Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Weleri Bangkit, Suwarno, Minggu (12/09/2021).

Saat ini, pasar darurat yang rampung dikerjakan Agustus lalu, belum dilengkapi sarana dan prasarana.

Brak pasar tersebut belum dilengkapi instalasi listrik, instalasi saluran air, juga belum ada toilet umum, dan tempat ibadah.

Baca juga: Cerita Pedagang Pasar Weleri Kendal, Mustaghfirin: Tidak Ada Satupun yang Bisa Diselamatkan

Baca juga: Tempat Relokasi Sementara Pedagang Pasar Weleri Kendal Sudah Capai 90 Persen

Baca juga: Kepada Pengelola Jalan Tol, Pemkab Kendal Beri Diskon PBB 20 Persen, Ini Alasannya

Baca juga: 12 Ribu Dosis Vaksin Sudah Disiapkan Pekan Ini, Pemkab Kendal Kebut Vaksinasi Pelajar

Suwarno berharap, pemerintah segera melengkapi sarana dan prasarana tersebut sehingga bisa segera ditempati pedagang.

Pasalnya, sejak pasar terbakar, pedagang memilih membuka dasaran di sekitar pasar atau di rumah masing-masing yang tersebar di beberapa lokasi.

"Kami berharap, pasar sementara yang sudah dibangun segera bisa kami tempati agar para pedagang punya tempat dagang terpusat lagi," ujarnya.

Sementara, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perdagangan Kendal Alfebian Yulando mengatakan, pembangunan sarpras telah dianggarkan di perubahan APBD 2021.

Rencananya, pekerjaan sarpras penunjang pasar dikerjakan September ini.

"Kami perkirakan, pindahan pedagang akhir September-Oktober. Tentunya, setelah sarpras seperti listrik, talang air, toilet, musala, terpenuhi. Ini yang diminta pedagang," terangnya.

Kata Alfebian, kelengkapan sarana pendukung harus terpenuhi dahulu sebelum nantinya dimanfaatkan para pedagang.

Pihaknya juga mempertimbangkan bangunan semi permanen agar fungsi utama terminal sebagai tempat parkir kendaraan bisa dikembalikan setelah Pasar Weleri induk selesai dibangun dan kembali ditempati.

"Prinsip, apa yang kami kerjakan di pasar relokasi ini tidak mengubah aset bangunan asli. Biar nanti, ketika difungsikan pada fungsi awal, untuk parkir kendaraan, bisa dikembalikan lagi," tutur Alfebian. (*)

Baca juga: Rayakan Panen Raya, Petani dan Tukang Ojek Gabah di Tegalsari Batang Gelar Balap Motor di Sawah

Baca juga: Tagih Uang Arisan, Korban Lelang Arisan Bodong Datangi Resepsi Pernikahan Bandar di Mojosongo Solo

Baca juga: Jual Rongsok dan Jlantah, Cara Warga RW 5 Karangklesem Banyumas Saling Bantu di Tengah Pandemi Covid

Baca juga: Sama-sama Dihantam Badai Cedera, Berikut Prediksi Susunan Pemain PSIS Semarang dan Persija Jakarta

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved