Breaking News:

Korupsi Bupati Banjarnegara

KPK Periksa Direktur II PT Bumi Rejo, Saksi untuk Kasus Dugaan Korupsi Bupati Nonaktif Banjarnegara

KPK mulai memeriksa sejumlah saksi untuk mendalami kasus dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa Pemkab Banjarnegara tahun anggaran 2017-2018.

Editor: rika irawati
TRIBUNNEWS.COM
Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono mengenakan rompi orange di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Jumat (3/9/2021). Dia ditetapkan menjadi tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa TA 2017-2018 Pemkab Banjarnegara. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, JAKARTA - Pemeriksaan terhadap sejumlah saksi terus dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mengungkap dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa Pemkab Banjarnegara tahun anggaran 2017-2018.

Selasa (7/8/2021), penyidik KPK memeriksa Direktur II PT Bumi Rejo Budhi Irawan.

Budhi diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Bupati nonaktif Banjarnegara Budhi Sarwono dan orang kepercayaan Bupati, Kedy Afandi.

"Yang bersangkutan dikonfirmasi, antara lain terkait dengan persyaratan mengikuti proses lelang pada Dinas PUPR Kabupaten Banjarnegara."

"Dimana, diduga, para calon peserta lelang diwajibkan mendapatkan dukungan peralatan hanya melalui PT BR (Bumi Rejo)," ujar Pelaksana Tugas (Plt) Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangan tertulis, Rabu (8/9/2021).

Baca juga: Bupati Banjarnegara Tantang KPK - Budhi Sarwono: Mohon Tunjukkan yang Memberi dan Kepada Siapa

Baca juga: Warga Ngelos Banjarnegara Doakan Bupati Budhi Sarwono: Semoga Bapak Kuat dan Sabar Terima Cobaan

Baca juga: Jadi Tersangka Dugaan Korupsi Rp 2,1 Miliar Bersama Bupati Banjarnegara, Ini Sosok Kedy Afandi

Baca juga: Serulingmas Zoo Banjarnegara Buka Lagi, Hanya Menerima Pengunjung yang Sudah Vaksin Covid

Untuk kasus ini, seharusnya, KPK juga memeriksa Direktur CV Gayam Konstruksi bernama Zen Muhammad.

Namun, kata Ali, Zen tidak hadir dengan alasan sakit dan akan dilakukan penjadwalan ulang.

Dalam kasus tersebut, KPK menduga, Budhi menerima commitment fee atas berbagai pekerjaan proyek infrastruktur di Kabupaten Banjarnegara sekitar Rp 2,1 miliar.

Budhi juga diduga berperan aktif dalam pelaksanaan lelang pekerjaan infrastruktur, di antaranya, membagi paket pekerjaan di Dinas PUPR, mengikutsertakan perusahaan milik keluarganya, dan mengatur pemenang lelang.

Sebelumnya, di hadapan awak media, Budhi Sarwono membantah penerimaan fee sebesar Rp 2,1 miliar dari berbagai proyek infrastruktur di Banjarnegara.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved