Penanganan Corona

Biaya Termahal Tes Antigen Dipatok Rp 99 Ribu, Kemenkes Minta Dinkes Daerah Ikut Mengawasi

Setelah menurunkan biaya tes PCR, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menurunkan harga tes rapid antigen alias Rapid Diagnostic Tes (RDT) Antigen.

Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/Istimewa
Seorang pengguna jalan tol menjalani random tes swab PCR di rest area tol Semarang-Solo beberapa waktu lalu. 

TRIBUNBANYUMAS.COM - Setelah menurunkan biaya tes PCR, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menurunkan harga tes rapid antigen alias Rapid Diagnostic Tes (RDT) Antigen.

Harga tes swab antigen dipatok maksimal Rp 99 ribu untuk Pulau Jawa-Bali dan Rp 109 ribu untuk daerah lain di luar Pulau Jawa-Bali.

Dirjen Pelayanan Kesehatan Kemenkes Abdul Kadir mengatakan, penetapan harga baru ini merupakan hasil kesepakatan bersama antara Kemenkes dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

"Dari hasil evaluasi, kami sepakati bahwa batas tarif tertinggi pemeriksaan Rapid Diagnostic Test Antigen diturunkan menjadi Rp 99 ribu untuk daerah Pulau Jawa-Bali."

"Serta, sebesar Rp 109 ribu untuk daerah di luar Jawa-Bali," ucap Abdul Kadir dalam konferensi pers yang disiarkan YouTube Kemenkes RI, Rabu (1/9/2021).

Baca juga: Presiden Jokowi Minta Harga Tes PCR Termahal Rp 550 Ribu, Hasil Diketahui Maksimal 1x24 Jam

Baca juga: Resmi Turun, Harga Teratas Tes PCR Dipatok Rp 495.000

Baca juga: Data 1,3 Juta Pengguna E-HAC Diduga Bocor, Kemenkes Menduga Lubang Ada di Server Mitra

Menurutnya, kedua tarif tersebut ditetapkan dengan mengevaluasi beberapa komponen dari biaya pengambilan dan pemeriksaan antigen.

Di antaranya, jasa pelayanan (SDM), komponen reagen, bahan habis pakai, biaya administrasi (overhead) dan komponen biaya lainnya yang disesuaikan dengan kondisi saat ini.

Lewat keputusan ini, Kadir meminta semua penyedia layanan kesehatan menaati aturan baru soal harga batasan rapid antigen ini.

Ia juga meminta seluruh kepala Dinas Kesehatan di daerah, mengawasi penyelenggaraan tarif tertinggi tes rapid antigen itu.

"Kami mohon agar semua faskes, semisal RS, laboraturium dan fasilitas pemeriksaan lain, kiranya dapat memenuhi batasan tarif tertinggi untuk pemeriksaan rapid test antigen," ujar dia.

Ke depan, Kadir mengatakan, pihaknya akan terus mengevaluasi harga dari pemeriksaan tes Covid-19.

"Tentunya, pemerintah akan melakukan evaluasi batasan tarif tertinggi pemeriksaan test PCR dan rapid test antigen ini akan ditinjau secara berkala sesuai kebutuhan dan perkembangan pasar," katanya.

Baca juga: Bripda Heni Dinobatkan sebagai Polwan Trengginas 2021 Polres Cilacap, Penari yang Juga Atlet Voli

Baca juga: RSDC di Hotel Rosenda Baturraden Resmi Ditutup, Penanganan Kasus Covid Dialihkan ke RSUD Banyumas

Baca juga: Polisi Tangkap Penusuk Ibu Muda di Bakal Banjarnegara, Direskrimum Polda Jateng: Pelaku Suami Korban

Baca juga: Harga Emas Antam di Pegadaian Pagi Ini, Kamis 2 September 2021: Rp 978.000 Per Gram

Sebelumnya, penetapan harga tarif tertinggi termuat dalam SE Kemenkes Nomor HK.02.02/1/4611/2020 tertanggal 18 Desember 2020.

Dalam SE tersebut ditetapkan, harga tarif tertinggi tes rapid antigen di Jawa-Bali sebesar Rp 250 ribu.

Sementara, wilayah lain di luar Pulau Jawa-Bali ditetapkan harga tertinggi antigen Rp 275 ribu. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Tarif Tes Rapid Antigen Turun, Kemenkes Tetapkan Batas Tarif Tertinggi yakni Rp 99 Ribu di Jawa-Bali.

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved