Berita Kriminal Hari Ini

Saksi Menduga Pelaku Merupakan Suami Korban, Kelanjutan Kasus Penusukan di Banjarnegara

Polres Banjarnegara belum bisa membeberkan kronologi kasus penusukan terhadap ibu muda secara rinci karena pelaku masih dalam pengejaran. 

Penulis: khoirul muzaki | Editor: deni setiawan
TRIBUNBANYUMAS/KHOIRUL MUZAKI
DOKUMENTASI - Keluarga dan kerabat berdoa di makam HN, warga Desa Bakal, Banjarnegara, yang meninggal usai ditikam di jalan dusun, di TPU desa setemapt, Senin (30/8/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BANJARNEGARA - Penanganan kasus dugaan pembunuhan wanita muda, HN (21), warga Desa Bakal, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara masih berlanjut. Polisi

masih mengejar pelaku hingga saat ini.  

Tujuh saksi sudah diperiksa penyidik Polres Banjarnegara

Keluarga yang masih syok atas kejadian ini pun akan diperiksa seusai kondisinya stabil. 

Baca juga: Kasus Ibu Muda Bersimbah Darah Karena Ditusuk, Polres Banjarnegara: Kami Masih Kejar Pelaku

Baca juga: Wanita dengan Luka Tusuk di Bakal Banjarnegara Diduga Dianiaya Suami, Sudah Sebulan Pisah Ranjang

Baca juga: Fasilitator Puskesmas Pagentan 2 Banjarnegara Minta Warga Tak Labeli Negatif Penderita Covid

Baca juga: Tragis! Ibu Muda Asal Bakal Banjarnegara Ditemukan Bersimbah Darah di Pinggir Jalan, Sepulang Kerja

Kasat Reskrim Polres Banjarnegara, AKP Donna Briadi mengatakan, pihaknya belum bisa membeberkan kronologi kasus ini secara rinci karena pelaku masih dalam pengejaran. 

Tapi dari pemeriksaan saksi, terungkap, sebelum kejadian, pelaku ternyata sempat menunggu korban di motor yang dikendarainya di gang masuk Dukuh Buntu.  

Jalan itu yang setiap hari dilalui korban ketika berangkat dan pulang kerja dari pabrik jamur. 

"Ada beberapa saksi yang mengetahui suaminya sebelum terjadi pidana, menunggu di motor, " katanya kepada Tribunbanyumas.com, Rabu (1/9/2021). 

Kepergian HN masih menyisakan duka mendalam bagi keluarga.

Keluarga maupun warga tak pernah menyangka kejadian tragis ini bakal menimpa korban.  

Sosok HN pun masih terkenang di benak mereka.

HN dikenal berkepribadian baik di mata masyarakat.

Ratna, sepupu HN mengatakan, korban adalah sosok pendiam dan jarang mengeluhkan masalahnya ke orang lain.  

Meski rumah tangganya kurang harmonis, ia tak pernah mencurahkan isi hatinya ke orang lain, kecuali kepada orangtua. 

"Orangnya pendiam."

"Tidak pernah menceritakan masalah rumah tangganya ke orang lain."

"Paling kalau cerita ke orangtua," katanya kepada Tribunbanyumas.com, Rabu (1/9/2021).

Ratna mengenal suami korban, R, sebagai pribadi yang pendiam.

Meski acap kasar terhadap istri, Ratna tak menyangka pelaku bakal tega menghabisi nyawa istrinya secara keji. 

"Dua-duanya (suami istri) sama-sama pendiam," katanya.

Selain pendiam dan baik hati, HN dikenal sebagai perempuan mandiri.

Ia harus banting tulang dengan bekerja sebagai buruh di pabrik jamur.

Ini dilakukan untuk menunjang perekonomian keluarga, serta masa depan putri tercinta. 

Tetapi anaknya yang masih berusia tiga tahun kini harus kehilangan kasih sayang dari seorang ibu untuk selamanya. (*)

Baca juga: Bantu Pedagang Bangkitkan Usaha, Bupati Cilacap Minta Bank Jateng Kucurkan Permodalan

Baca juga: Peduli Anggota, KORPRI Cilacap Serahkan Dana Sosial Rp 20 Juta ke Ahli Waris Kasatpol PP

Baca juga: Dorong PTM di Pondok Pesantren, Wagub Gus Yasin Pastikan 1000 Santri di Banyumas segera Divaksin

Baca juga: KONI Banyumas Bagikan 250 Paket Vitamin ke Atlet dan Pelatih, Kiriman dari Mustika Ratu Jateng

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved