Berita Tegal Hari Ini

Ini Alasan Kejaksaan, Hentikan Penyidikan Kasus Dugaan Korupsi Proyek Alun-alun Kota Tegal

SP3 kasus dugaan korupsi proyek revitalisasi Alun-alun Kota Tegal dikeluarkan setelah pihak rekanan mengembalikan uang lebihan proyek ke pemerintah.

TRIBUN BANYUMAS/FAJAR BAHRUDDIN ACHMAD
ILUSTRASI - Seorang pekerja sedang mengerjakan tempat kebun bunga di Alun-alun Kota Tegal, Senin (23/11/2020). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, TEGAL - Kejari Kota Tegal mengeluarkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan ( SP3) terhadap kasus dugaan korupsi proyek revitalisasi Alun-alun Kota Tegal

SP3 tersebut dikeluarkan setelah pihak rekanan mengembalikan uang lebihan proyek kepada Pemkot Tegal.

Uang lebihan itu senilai Rp 17 juta. 

Dalam pemberitaan sebelumnya, dugaan korupsi dalam proyek Alun-alun Kota Tegal naik ke ranah penyidikan sekira tujuh bulan atau sejak 18 Februari 2021. 

Baca juga: Wisata Batal Buka di Tegal, Pedagang Kecewa Pasrah, Hadi Santoso: Terlanjur Sudah Utang Modal

Baca juga: Dedy Yon Penuh Keyakinan, Kota Tegal Turun Level Bulan Depan, Belajar Tatap Muka Bisa Full

Baca juga: Kapolres Tegal Kota Sambangi Rusunawa Tegalsari, Serahkan Bantuan Tabung Oksigen Hingga Sembako

Baca juga: Inilah Mbah Jaonah, Lansia Tertua Penerima Vaksin di Kota Tegal, Usianya Sudah 91 Tahun

Saat pantauan di lapangan, kejaksaan menemukan beberapa pekerjaan yang tidak sesuai dengan rencana anggaran biaya (RAB).

Kajian dalam kasus tersebut turut melibatkan tim audit independen dari Universitas Negeri Semarang (Unnes).

Namun setelah tujuh bulan di ranah penyidikan, kasus berakhir dengan SP3.

Kasi Intel Kejari Kota Tegal, Ali Mukhtar mengatakan, SP3 sudah dikeluarkan sejak bulan lalu, pada Agustus 2021.

Alasannya karena temuan BPK berupa kelebihan pembayaran terhadap rekanan sudah dikembalikan. 

Pihak rekanan sudah mengembalikan uang lebihan proyek sebesar Rp 17 juta kepada Pemkot Tegal

Menurut Ali, karena sudah ada pengembalian dan nilainya kecil, maka perkara pun dihentikan. 

"Ya, perkara dugaan tipikor terkait proyek Alun-alun Kota Tegal sudah dihentikan," katanya kepada Tribunbanyumas.com, Rabu (1/9/2021). 

Ali mengatakan, uang lebihan tersebut sudah dikembalikan oleh pihak rekanan ke Pemkot Tegal

Diketahui ada kelebihan pembayaran dari pemerintah kota. 

Dia menduga, ada keteledoran dari konsultan, pengawas, maupun pengguna anggaran. 

Sampai-sampai ada kelebihan pembayaran terhadap pihak rekanan. 

"Adanya pembayaran yang sampai lebih itu diduga ada keteledoran dari konsultan, pengawas maupun pengguna anggaran."

"Sehingga sampai ada kelebihan pembayaran kepada pihak pelaksana atau rekanan," jelasnya. (*)

Baca juga: Grand Final Putra-Putri Lawu 2021, Digelar Sabtu di Desa Wisata Sumberbulu Karanganyar

Baca juga: Kabar Gembira! Pemkab Kebumen Siapkan Rumah DP Nol Persen untuk THL, Dibangun Mulai 2022

Baca juga: Bantu Pedagang Bangkitkan Usaha, Bupati Cilacap Minta Bank Jateng Kucurkan Permodalan

Baca juga: Sudah Diusir Selalu Kembali Hadir, Anak Punk Bikin Resah Warga Cilongok Banyumas

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved