Berita Nasional

Taliban Kuasai Afghanistan, Kemenlu Bakal Evakuasi WNI dan Operasikan Terbatas KBRI

Kudeta kelompok Taliban di Afghanistan mempengaruhi keamanan warga negara Indonesia (WNI) di negara tersebut.

Editor: rika irawati
KOMPAS.COM/KEMENLU
Juru Bicara Kemlu Teuku Faizasyah. 

TRIBUNBANYUMA.COM, JAKARTA - Kudeta kelompok Taliban di Afghanistan mempengaruhi keamanan warga negara Indonesia (WNI) di negara tersebut. Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) pun berencana melakukan evakuasi.

"Kondisi mereka (WNI), termasuk pejabat KBRI, pada umumnya baik," ujar Juru Bicara Kemenlu Teuku Faizasyah, dikutip dari Kompas.com, Senin (16/8/2021).

Meskipun demikian, kata dia, pihaknya berencana mengevakuasi WNI serta para pejabat dan staf KBRI di Afghanistan.

Saat ini, kata dia, rencana evakuasi tersebut masih dimatangkan.

"Ada rencana evakuasi dan masih terus dimatangkan," ujar Faizasyah.

Baca juga: Taliban Klaim Perang di Afghanistan Berakhir, Segera Umumkan Pemerintahan dan Rezim Baru

Baca juga: 12 Orang Tewas, Bom Meledak saat Berlangsung Salat Jumat di Afganistan

Baca juga: Bakal Reformasi Sistem, Pemerintah Anggarkan Dana Rp 255,3 Triliun untuk Kesehatan di APBN 2022

Faizasyah mengatakan, meskipun ada evakuasi, nantinya, KBRI di Afghanistan akan tetap beroperasi.

Hanya saja, jumlah staf yang dipekerjakan terbatas dan hanya staf di sektor yang esensial.

"Masih dimatangkan (rencana evakuasi). KBRI akan tetap beroperasi dengan jumlah staf yang terbatas, essential staf," ujar dia.

Diberitakan sebelumnya, Juru bicara Taliban urusan politik Mohammad Naeem mengatakan kepada Al Jazeera Mubasher TV, Minggu (15/8/2021), perang telah usia.

Pernyataan tersebut disampaikan Naeem beberapa saat setelah Taliban memasuki ibu kota Afghanistan, Kabul.

Setelah Taliban memasuki Kabul pada Minggu, Presiden Afghanistan Ashraf Ghani dilaporkan meninggalkan Afghanistan.

Ghani beralasan, dia ingin menghindari pertumpahan darah. Beberapa orang di media sosial mengecamnya sebagai pengecut.

Jatuhnya Kabul ke tangan Taliban tak terlepas dari hengkangnya pasukan asing yang dipimpin Amerika Serikat (AS).

Awalnya, AS bakal menarik seluruh pasukannya dari Afghanistan dengan tempo 11 September 2021.

Pihak Negeri Paman Sam mengatakan, pasukannya bakal ditarik secara bertahap mulai Mei.

Baca juga: 4 Hari, Densus 88 Tangkap 48 Tersangka Teroris di 11 Tempat Berbeda: Jaringan JI dan JAD

Baca juga: Hujan Abu Merapi Meluas ke Boyolali, Warga Tunda Panen Daun Tembakau

Baca juga: Lucu! Santri di Purbalingga Meriahkan HUT RI Lewat Lomba Pakai Celana tanpa Tangan. Ini Filosofinya

Baca juga: Penjualan Ponsel di Plaza Simpanglima Semarang Masih Lesu, Pengaruh Syarat Pengunjung Wajib Vaksin

Sejak saat itu, 50 dari 370 distrik di Afghanistan telah jatuh di tangan Taliban sejak Mei, saat dilanjutkannya penarikan pasukan AS dari Afghanistan.

Rupanya, penarikan pasukan asing maju dari jadwal. Pada awal Juni ini, lebih dari 50 persen tentara AS yang ada di Afghanistan telah dipulangkan.

Setelah itu, militer AS bungkam dan enggan merinci lagi soal upaya penarikan pasukannya. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Taliban Kembali Berkuasa, Kemlu Pastikan WNI di Afghanistan dalam Keadaan Aman".

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved