Berita Karanganyar

Status PPKM Belum Jelas, Disporapar Karanganyar: Belum Ada Kejelasan Pendakian Gunung Lawu 1 Suro

Disparpora Kabupaten Karanganyar belum bisa memastikan pembukaan jalur pendakian Gunung Lawu saat malam 1 Suro, Selasa (10/8/2021).

Penulis: Agus Iswadi | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/AGUS ISWADI
Gunung Lawu wilayah Kabupaten Karanganyar terlihat dari Tawangmangu. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KARANGANYAR - Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Karanganyar belum bisa memastikan pembukaan jalur pendakian Gunung Lawu saat malam 1 Suro, Selasa (10/8/2021).

Hal ini terkait dengan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) yang masih berlangsung.

Sejak PPKM diberlakukan, awal Juli lalu, jalur pendakian Gunung Lawu ditutup.

Padahal, gunung di perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur itu selalu ramai pendaki saat malam 1 Suro. Mayoritas adalah mereka yang melakukan ritual atau ziarah gunung.

"Belum ada instruksi mau buka kapan, (sekarang) masih tutup. Makanya, itu yang susah. Suro itu banyak yang tanya, khususnya yang mau ziarah ke Hargo Dalem. Pendaki ritual," kata Koordinator Bidang Destinasi Disparpora Karanganyar Sunardi, saat dihubungi, Jumat (6/8/2021).

Baca juga: Bunga Es Muncul di Gunung Lawu Karanganyar, Suhu di Puncak Diperkirakan Capai 2 Derajat Celcius

Baca juga: Cegah Penyebaran Covid-19, Keraton Yogyakarta Tiadakan Tradisi Mubeng Beteng Malam 1 Suro

Baca juga: Vaksinasi Merdeka Candi di Karanganyar - Tersedia 2.000 Dosis, Dibuka Umum di GOR Raden Mas Said

Baca juga: Purwati Kini Resmi Jadi Kepala DKK Karanganyar, Sebelumnya Sebatas Pelaksana Tugas

Pendakian Gunung Lawu lewat Karanganyar dibuka lewat tiga jalur, yakni jalur Candi Cetho, Cemoro Kandang, dan Tambak.

Namun, saat malam 1 Suro, banyak pendaki ritual yang melakukan pendakian melalui jalur Cemoro Kandang.

"Ya, belum berani, sudah buka apa belum (setelah 9 Agustus 2021)," ucapnya.

Nardi menuturkan, ada sekitar 200-an pendaki yang biasanya melakukan pendakian bertepatan dengan 1 Suro.

Berkaca pada momen 1 Suro tahun lalu, meski jalur pendakian ditutup, masih ada pendaki ritual yang melakukan pendakian.

"Yang nyolong-nyolong itu biasanya lewat jalur tikus. Tahun lalu, ada. Tidak laporan, tidak registrasi. Tahu-tahu sudah beberapa hari di atas," ungkapnya.

Dia menegaskan, petugas basecamp tidak melayani registrasi pendakian ke Gunung Lawu selama jalur pendakian masih ditutup. (*)

Baca juga: Pembunuh Gadis Kebumen di Semarang Tertangkap. Pelaku Masih 17 Tahun, Pegawai Tempat Pemotongan Ayam

Baca juga: Berbekal Informasi Warga, Bea Cukai Kudus Gagalkan Pengiriman Rokok Ilegal Senilai Rp 150,9 Juta

Baca juga: Berawal dari Cek Cok, Terungkap Fakta Pria di Banyumas Setubuhi Anak 16 Tahun

Baca juga: Jumat Berkah, Bupati Tegal Umi Azizah Belanja di Pasar Trayeman, Ajak Masyarakat Beli Produk Lokal

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved