Berita Semarang Hari Ini

Oknum Ketua RT Palak Keluarga Pasien Covid-19 di Semarang, Patok Harga Rp 16 Juta Buat Pemakaman

Mengatasnamakan relawan memalak keluarga pasien untuk membayar sejumlah uang agar jenazah keluarganya yang terpapar Covid-19 diurus oleh mereka.

Penulis: iwan Arifianto | Editor: deni setiawan
TIM RONGGOLAWE SEMARANG
ILUSTRASI - Tim Ronggolawe Semarang sedang bertugas melakukan pemakaman jenazah pasien Covid-19 di Kota Semarang, Kamis (29/7/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Pandemi Covid-19 ternyata dimanfaatkan oleh beberapa oknum di Kota Semarang untuk mengeruk keuntungan pribadi.

Mereka mengatasnamakan relawan memalak keluarga pasien untuk membayar sejumlah uang agar jenazah keluarganya yang terpapar Covid-19 diurus oleh mereka.

Terutama bagi penderita Covid-19 yang meninggal dunia saat jalani isolasi mandiri. 

Harga yang dipatok para oknum bervariasi.

Paket komplit dari pemulasaran hingga pemakaman dipatok dari Rp 8 juta hingga Rp 16 juta.

Padahal normalnya, biaya tersebut berkisar di angka Rp 3 juta.

Baca juga: PPKM Level 4 di Semarang Diperpanjang, Wali Kota Hendi: Aturan Pembatasan Masih Sama

Baca juga: Difabel di Kota Semarang Mulai Terima Vaksin Covid, Dimulai dari 97 Siswa YPAC

Baca juga: Kebijakan Pemkab Semarang: Penyaluran Bansos Sembako Secara Door to Door

Baca juga: Warga Isolasi Mandiri Bakal Dijemput Tim Pemkot Semarang, Besok Selasa Wajib Dikarantina Terpusat

"Kami sudah temukan kasus itu sebanyak tiga kali di Kota Semarang," terang Ketua Tim Ronggolawe Semarang, Lucky kepada Tribunbanyumas.com, Selasa (3/8/2021).

Menurutnya, tiga kasus itu terjadi di Kelurahan Bendan Ngisor, Kecamatan Gajahmungkur.

Berikutnya di Jangli Kecamatan Tembalang dan Jomblang Kecamatan Candisari.

Untuk Bendan Ngisor ada keluarga yang dimintai sejumlah uang Rp 13,5 juta. 

Di Jangli Rp 16 juta sedangkan di Jomblang Rp 9 juta. 

"Modusnya untuk biaya all in mulai dari biaya pemulasaran, tanah makam, dan ambulans," ujarnya. 

Dijelaskan, ada dua korban yang telah termakan modus para oknum. 

Pertama di kawasan Jangli, keluarga pasien terpaksa harus bernego agar jenazah keluarganya bisa dimakamkan.

Awalnya mereka dikenai tarif Rp 16 juta.

Mereka yang merupakan keluarga ekonomi pas-pasan terpaksa harus nego dengan sang oknum. 

Selepas dinego, keluarga harus mengeluarkan biaya sebesar Rp 11,5 juta. 

Kedua, di Bendan Ngisor keluarga korban tanpa nego langsung membayar Rp 13,5 juta kepada para oknum. 

"Ya ada penjual, ada pembeli."

"Mereka tidak tahu kalau biaya itu sebenarnya gratis, semisal keluar biaya ngurus jenazah Covid-19 tak semahal itu," ungkapnya kepada Tribunbanyumas.com, Selasa (3/8/2021). 

Dia mengungkapkan, biaya pemulasaran dan pemakaman bagi warga isoman sebenarnya gratis. 

Hanya saja keluarga perlu menyediakan peti jenazah dan ubo rampe atau pelengkap mulai dari plastik, kain kafan, batu nisan, dan lainnya.

Umumnya satu paket barang itu mentok di harga Rp 3 juta. 

Untuk tanah makam itu tergantung tiap lokasi yang di luar penanganan relawan Covid-19.

ILUSTRASI - Petugas pemamakam TPU Jatisari, Kecamatan Mijen, Kota Semarang sedang bertugas memakamkan jenazah pasien Covid-19 di Kota Semarang, Rabu (23/6/2021).
ILUSTRASI - Petugas pemamakam TPU Jatisari, Kecamatan Mijen, Kota Semarang sedang bertugas memakamkan jenazah pasien Covid-19 di Kota Semarang, Rabu (23/6/2021). (TRIBUN BANYUMAS/IWAN ARIFIANTO)

"Sedangkan biaya pemulasaraan jenazah dari relawan Covid-19 bisa dimanfaatkan oleh masyarakat secara gratis," ungkapnya. 

Dia menyebut, para oknum yang tega memanfaatkan kondisi pandemi dengan mengelabui para keluarga pasien itu ternyata mereka berstatus modin, ketua RT, dan relawan dari satuan pencinta alam. 

"Kami yakin kejadian ini seperti fenomena gunung es."

"Banyak keluarga pasien Covid-19 yang termakan modus para oknum tersebut," terangnya. 

Sementara itu, Kepala Kamar Jenazah RSUP dr Kariadi Semarang, dr Raden Panji Uva Utomo mengatakan, menyayangkan ketika ada oknum relawan meminta bayaran tinggi kepada para keluarga penderita Covid-19.

"Harusnya gratis, keluarga hanya perlu beli peti dan perlengkapan lainnya."

"Untuk petugas pemulasaraan dan pemakaman bisa mengakses relawan Covid-19 yang telah kami latih," katanya kepada Tribunbanyumas.com, Selasa (3/8/2021).

Dihimpun dari laman https://siagacorona.semarangkota.go.id, kasus positif corona, update terakhir Selasa (3/8/2021), total kasus terkonfirmasi di angka 81.880.

Dengan rincian 930 pasien masih menjalani perawatan, 544 dari dalam Kota Semarang, dan 386 berasal dari luar Kota Semarang.

Pasien sembuh mencapai 74.949, sedangkan pasien meninggal 6.001 kasus.

Untuk kasus suspek sebanyak 194 kasus dan 118 kasus probable. (*)

Disclaimer Tribun Banyumas

Bersama kita lawan virus corona.

Tribunbanyumas.com mengajak seluruh pembaca untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan.

Ingat pesan ibu, 5M (Memakai masker, rajin Mencuci tangan, selalu Menjaga jarak, Menghindari kerumunan, mengurangi Mobilitas).

Baca juga: Begini Respon Warganet Saksikan Aksi Turun Gunung Mahasiswa Jateng: BEM UI Mau Kayak Gini?

Baca juga: Tren Kasus Covid-19 di Jateng Alami Penurunan, Instruksi Gubernur Ganjar: Perbanyak Call Center

Baca juga: Donor Plasma Konvalesen di Jateng Masih Rendah, Gus Yasin: Covid Masih Dianggap Aib

Baca juga: Aksi Mahasiswa Bantu Tangani Covid-19 Terus Mengalir di Jateng, Ganjar: Jadi Contoh Daerah Lain

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved