Breaking News:

Berita Banyumas

Warga Penerima Bantuan Nontunai di Banyumas Lapor Polisi, Berat Kentang yang Diterima Menyusut

Empat keluarga penerima manfaat program bantuan nontunai di Kabupaten Banyumas mengadu ke Polresta Banyumas, Selasa (27/7/2021).

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/PERMATA PUTRA SEJATI
Kasatreskrim Polresta Banyumas Kompol Berry. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Empat warga yang merupakan keluarga penerima manfaaf (KPM) program bantuan pangan non-tunai (BPNT) di Kabupaten Banyumas, mengadu ke Polresta Banyumas, Selasa (27/7/2021).

Mereka melaporkan adanya pengurangan jumlah paket sembako yang diterima dari agen E-Warong, periode Juli dan Agustus, dibanding periode sebelumnya.

Salah satu KPM, warga Kecamatan Cilongok, Ika, mengatakan, kentang yang diterima dalam paket sembako ini hanya seberat 2,5 kilogram untuk dua bulan.

Baca juga: Bantu Wartawan yang Positif Covid, BPR BKK Purwokerto Serahkan Sembako dan Uang Tunai

Baca juga: Warga Jatilawang Banyumas Senang, Pembangunan Jembatan Gantung Kalitajum Mulai Dikerjakan

Baca juga: 142.352 Keluarga di Banyumas Dapat Bantuan Beras dari Kemensos, Penyaluran Mulai 26 Juli

Baca juga: Hore! Tunggakan Insentif Nakes Covid di Banyumas Cair Pekan Ini, Terima Rp 3 Juta Per Bulan

Padahal, pada periode sebelumnya, ia menerima kentang seberat 1,5 kilogram per bulan.

Artinya, untuk bantuan dua bulan semestinya ia menerima seberat 3 kilogram.

"Kami khawatir, kalau (informasi ini) tidak diteruskan, dalam bentuk protes saja, hak kami sebagai penerima, jelas dibiarkan seolah ikhlas menerima," kata Ika kepada Tribunbanyumas.com, Kamis (29/7/2021).

Kuasa Hukum keempat warga dari Banyumas Anti Korupsi (Batik), Anang Supratikno, mengungkapkan, jumlah kentang yang diterima berbeda di setiap kecamatan.

Di beberapa kecamatan, kentang yang diterima sebanyak 2,5 kilogram. Namun, di kecamatan lain, ada yang menerima 3 kilogram.

Selain kentang, untuk komoditi telur, KPM juga hanya menerima 0,8 kilogram dari yang semestinya 1 kilogram.

Baca juga: Selamat! Kebumen Raih Penghargaan Kabupaten Layak Anak Peringkat Madya

Baca juga: Bantu Wartawan yang Positif Covid, BPR BKK Purwokerto Serahkan Sembako dan Uang Tunai

Baca juga: Dalam 2,5 Bulan, Embun Es Lima Kali Selimuti Dieng Banjarnegara

Baca juga: Begini Cara Pengrajin Tahu di Desa Blorok Kendal Bertahan di Tengah Kenaikan Harga Kedelai dan Wabah

Menurutnya, hal ini tidak bisa ditoleransi, apalagi pihaknya juga mendapati telur hanya diterima sebanyak 0,8 kilogram dari yang seharusnya 1 kilogram.

Anang menjelaskan, setiap KPM semestinya menerima paket sembako senilai Rp 200 ribu per bulan.

Kasat Reskrim Polresta Banyumas Kompol Berry ketika dikonfirmasi, membenarkan adanya laporan tersebut.

"Kami, sampai saat ini, masih melakukan penyelidikan terkait aduan tersebut," katanya. (Tribunbanyumas/jti)

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved