Berita Kuliner

Racik Kulit Kebab Jadi Cemilan, Cara Warga Gayamsari Semarang Ini Lawan Pandemi Pasca Kena PHK

Dapur kecil yang ada di rumahnya menjadi tempat meramu olahan makanan ringan yang dia pasarkan, untuk mencukupi biaya hidup istri dan putranya.

Penulis: budi susanto | Editor: deni setiawan
TRIBUN BANYUMAS/BUDI SUSANTO
Wildan menyiapkan kulit kebab goreng racikannya yang dipesan oleh pelanggan, ia memproduksi cemilan tersebut di dapur rumahnya yang terletak di Gembongsari, Tambakrejo, Gayamsari Kota Semarang, Jumat (23/7/2021) malam. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Jumat (23/7/2021) malam, Wildan (29) warga Gembongsari, Tambakrejo, Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang sedang sibuk meracik kulit kebab menjadi cemilan.

Dapur kecil yang ada di rumahnya menjadi tempat meramu olahan makanan ringan yang dia pasarkan, untuk mencukupi biaya hidup istri dan putranya.

Wildan bukanlah pengusaha bermodal besar, ia menjadi penjual makanan ringan lantaran terkena PHK imbas pandemi.

Meski demikian ia tak patah arang dan tetap berusaha untuk mencukupi kebutuhan keluarga.

Baca juga: Pak Muh Namanya, Purnawirawan Polisi Asal Semarang Ini Sudah 12 Kali Donor Plasma Konvalesen

Baca juga: Banyak Hotel Terancam Gulung Tikar di Kabupaten Semarang, Imbasnya Karyawan Kena PHK

Baca juga: Bantuan Sosial Tunai Kota Semarang Mulai Disalurkan, Penerima Wajib Vaksin Covid sebelum Pencairan

Baca juga: Perayaan Hari Anak Nasional Kota Semarang Diwarnai Kabar Duka: 578 Anak Positif Covid, 5 Meninggal

Memanfaatkan sisa kulit kebab layak makan yang didapat dari pabrik, ia bisa bertahan di tengah anjloknya perekonomian.

Bahkan hampir setiap hari, puluhan cemilan yang dia beri merek Aidan Snack laris manis dipesan pelanggan.

Kulit kebab goreng yang Wildan jual, dipasarkan melalui media sosial serta kawan-kawannya.

Dia mematok harga tak tinggi, lantaran ia sadar banyak orang yang terdampak pandemi.

Satu semboyan yang selalu ia pegang, “Jangan mau kalah dengan keadaan”.

Kata-kata itu membuatnya selalu bersemangat mencari rezeki untuk keluarganya.

Wildan berkata, di tengah kondisi sulit ia berpikir untuk tetap dapat penghasilan, karena keluarganya membutuhkan biaya hidup.

“Kalau saya hanya pasrah dan mengeluh, di tengah kondisi sulit seperti sekarang tidak ada gunanya."

"Maka dari itu saya membuat kulit kebab goreng untuk saya jajakan ke warung-warung dan rekan-rekan saya,” ucapnya kepada Tribunbanyumas.com, Sabtu (24/7/2021).

Ia pun memanfaatkan kenalannya yang bekerja di pabrik kulit kebab, untuk mendapatkan bahan baku yang ia olah sendiri menjadi makanan ringan.

Halaman
123
Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved