Penanganan Corona

YLKI Minta Pemerintah Pertegas Aturan Vaksinasi Berbayar: yang Gratis Harus Tetap Prioritas

Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) meminta pemerintah memprioritaskan vaksinasi Covid-19 gratis bagi warga.

Editor: rika irawati
TRIBUN BANYUMAS/SAIFUL MA'SUM
ILUSTRASI. Petugas kesehatan sedang mempersiapkan vaksin Covid-19 untuk disuntikkan kepada masyarakat di Kabupaten Kendal, Kamis (15/4/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, JAKARTA - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) meminta pemerintah memprioritaskan vaksinasi Covid-19 gratis bagi warga.

Hal ini disampaikan anggota Pengurus Harian YLKI Sudaryatmo di tengah rencana pemerintah menjual vaksin Covid-19 lewat PT Kimia Farma Tbk.

Menurut Sudaryatmo, pemerintah perlu membuat aturan dan petunjuk pelaksanaan yang rinci terkait vaksinasi berbayar tersebut.

Dia mencontohkan, perlu adanya ketegasan daerah mana saja yang mendapat menggelar vaksinasi berbayar bagi individu tersebut.

Sudaryatmo menegaskan, daerah yang dapat melakukan vaksinasi individu berbayar baiknya ialah daerah yang sudah terdapat akses vaksin gratis yang mudah bagi masyarakat.

"Jangan sampai, nanti nggak ada akses vaksin gratis di daerah tersebut tapi masyarakat justru disodorkan vaksin berbayar. Ini akan jadi yang kaya bisa vaksin yang miskin nggak bisa, akhirnya jadi ketimpangan itu harus dihindari," jelasnya dikutip dari Kontan.co.id, Minggu (11/7/2021).

Baca juga: Mulai 12 Juli, Vaksinasi Covid Berbayar Tersedia di Kimia Farma. Berikut Harga dan Lokasinya

Baca juga: Enam Jalur Masuk Kendal Ini Disekat, Disuruh Putar Balik Jika Tak Bawa Bukti Vaksinasi

Baca juga: Kebut Vaksinasi di Masa PPKM Darurat, Gubernur Jateng: Perbanyak Outlet Biar Tidak Berkerumun

Baca juga: Lanal Cilacap Gelar Vaksinasi Covid, Sasar 768 Warga Maritim

Lebih lanjut, vaksinasi berbayar dapat dilakukan hanya pada daerah yang sudah memiliki banyak akses vaksinasi gratis bagi masyarakat.

Sehingga, bagi masyarakat yang secara ekonomi mampu, dapat memilih akses vaksin berbayar.

Sementara, bagi daerah yang masih minim akses vaksin gratis, tidak disarankan untuk diadakan vaksin individu berbayar.

Meski begitu, YLKI menegaskan, vaksinasi gratis bagi masyarakat harus tetap menjadi perhatian utama pemerintah.

Dia juga berharap, rencana vaksinasi berbayar itu tak menimbulkan ketimpangan di masyarakat. Oleh karenanya, akses vaksin gratis harus tetap diutamakan.

"Akses vaksin gratis itu harus tersedia, baru dia boleh berikan kesempatan kepada Kimia Farma buka akses vaksin individu (berbayar). Hak sehat kan milik semua. Jangan daerah yang masih sulit akses vaksin gratis malah dibuka vaksin berbayar," imbuhnya.

Baca juga: Varian Delta Mulai Masuk Salatiga, Wali Kota Yuliyanto: Pakai Masker Dobel saat Beraktivitas

Baca juga: Dukung Menpora Perketat Naturalisasi Atlet, Yoyok Sukawi: Pembinaan Akar Rumput Harus Diperkuat

Baca juga: Tambah Penghasilan di Tengah Pandemi Covid, Ibu-ibu di Kandeman Batang Kelola Bank Sampah

Baca juga: Final Euro Serasa Jadi Laga Tandang, Italia Hanya Butuh Manajemen Ketegangan untuk Kalahkan Inggris

Selain itu, perlu juga adanya sosialisasi kepada publik akan adanya vaksinasi individu berbayar, dari pemerintah.

Sebelumnya, Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Pahala N Mansury mengatakan, program vaksin individu dilakukan untuk memfasilitasi kebutuhan vaksinasi Covid-19 yang mengalami peningkatan selama beberapa pekan terakhir.

Rencananya, Kimia Farma akan membuka klinik vaksinasi individu secara resmi pada Senin (12/9/2021). (*)

Artikel ini sudah tayang di Kontan.co.id dengan judul Kimia Farma jual vaksin, YLKI minta akses vaksinasi gratis diutamakan.

Sumber: Kontan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved