Breaking News:

Berita Kesehatan Hari Ini

RSUD Margono Soekarjo Purwokerto Kembali Berinovasi, Kini Hadirkan 'Si Bina Cantik Bingits'

RSUD Prof Dr Margono Soekarjo Purwokerto kembali mengembangkan sistem inovasi bertajuk "Si Bina Cantik Bingits".

Penulis: Abduh Imanulhaq | Editor: deni setiawan

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Pengelolaan data BPJS yang selama ini masih dilakukan secara manual sehingga memungkinkan terjadinya beberapa masalah, di antaranya gagal klaim dan data dukung yang tercecer, membuat RSUD Prof Dr Margono Soekarjo Purwokerto kembali mengembangkan sistem inovasi bertajuk "Si Bina Cantik Bingits".

Inovasi yang diciptakan rumah sakit milik Pemprov Jateng itu merupakan singkatan dari Sistem Bridging SIM RSMS, BPJS, dan INA-CBG’s Menuju Akuntabilitas, Transparansi, dan Efisiensi Pelayanan Kesehatan JKN Secara Paripurna Jamin Bisa Langsung Dilayani Cepat dan Klaim BPJS Akurat.

Sistem ini merupakan pembaruan dari sistem sebelumnya, Si Bina Cantik yang telah hadir pada 2014.

Baca juga: Berpakaian APD Lengkap, Bupati Banyumas Beri Semangat Pasien Covid di ICU RS Margono Soekarjo

Baca juga: RSUD Margono Soekarjo Purwokerto Borong Tiga Penghargaan Inovasi Publik Jateng

Baca juga: Ganjar Sidak Depo Oksigen di Demak, Jangan Sampai Ada Kenaikan Harga di Masa Krisis Ini

Baca juga: Asrama Mahasiswa UIN Walisongo Semarang Jadi Tempat Isolasi Terpusat, Ganjar: Terima Kasih

"Ini Si Bina Cantik Bingits, kalau dulu Cantik tok."

"Inovasi ini diimprove (dikembangkan) hampir setiap tahun."

"Sehingga didapatkan inovasi yang semakin sempurna," ujar Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, Selasa (6/7/2021) di kantornya.

Pengembangan ini bertujuan untuk mengurangi potensi gagal klaim, mencegah terjadinya fraud (kecurangan) klaim BPJS karena pelaporannya kini berbasis digital dan berdasar pada rekam medik elektronik rumah sakit.

"Masyarakat kalau berobat jadi gampang prosedurnya, waktunya juga sangat cepat, klaimnya juga bisa dilakukan dengan baik dan berintegritas, jadi tidak ngapusi," ujarnya.

Dengan begitu, lanjut Ganjar, manajemen pengelolaan rumah sakit akan lebih efisien dan profesional karena berbasis digital.

Ia berharap sistem ini dapat digunakan di seluruh rumah sakit di Jawa Tengah.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved