Berita Purbalingga

Pemkab Purbalingga Bakal Terapkan Gerakan Tiga Hari di Rumah Saja, Berlaku 9-11 Juli 2021

Kabupaten Purbalingga akan memberlakukan gerakan 'Tiga Hari di Rumah Saja'. Gerakan ini diterapkan 9-11 Juli 2021.

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati
TRIBUNBAYUMAS/DOK HUMAS PEMKAB PURBALINGGA
Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi saat Rapat Paripurna DPRD dengan agenda Penyampaian Jawaban Bupati Atas Pandangan Umum Fraksi-fraksi Terhadap Raperda Tentang RPJMD Tahun 2021 - 2026 dan Dua Raperda Lainnya, Rabu (7/7/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURBALINGGA - Kabupaten Purbalingga akan memberlakukan gerakan 'Tiga Hari di Rumah Saja'. Gerakan yang akan diterapkan Jumat (9/7/2021) sampai Minggu (11/7/2021) ini diharapkan dapat menekan laju penambahan kasus Covid-19

Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi mengatakan, efektivitas gerakan ini diharapkan bisa menyamai gerakan Jateng di Rumah Saja yang berlangsung 6-7 Februari 2021 lalu.

Hal itu disampaikan Tiwi, sapaan Dyah Hayuning Pratiwi, dalam rapat paripurna DPRD dengan agenda Penyampaian Jawaban Bupati Atas Pandangan Umum Fraksi-fraksi terhadap Raperda tentang RPJMD Tahun 2021-2026 dan dua raperda lain, Rabu (7/7/2021).

Rapat tersebut digelar secara virtual dari Ruang Rapat DPRD.

Baca juga: Tempat Tidur Penuh, IGD RSUD Goeteng Taroenadibrata Purbalingga Sementara Tak Terima Pasien Covid

Baca juga: Remaja asal Sidareja Purbalingga Tewas di Sungai Gintung, Tenggelam saat Mandi bersama 5 Teman

Baca juga: Barang Bukti Dilarutkan Bersama Air, Pemusnahan Sabu 13 Gram di Polres Purbalingga

Baca juga: Bupati Tiwi Pastikan Ketersediaan Oksigen Tetap Aman di Purbalingga

Tiwi mengatakan, hasil evaluasi pemerintah pusat terkait pelanggaran protokol kesehatan, Purbalingga menempati urutan kedua di Jawa Tengah, setelah setelah Wonosobo.

Oleh karenanya, Tim Satgas Covid-19 Purbalingga telah melakukan rapat yang menyimpulkan akan menerbitkan Surat Edaran Bupati terkait himbauan gerakan tiga hari di rumah saja.

"Hal itu pengalaman dari gerakan Jateng di Rumah Saja yang berhasil menurunkan angka kasus signifikan," kata Bupati Tiwi.

Sampai saat ini, jumlah kasus Covid-19 di Purbalingga masih relatif tinggi.

Namun, penerapan PPKM Darurat mulai menunjukan progres yang baik.

Dari penambahan 313 kasus per hari pada Sabtu (3/7/2021), pada Senin (5/7/2021), turun menjadi 150 kasus.

"Jumlah tersebut masih di bilang tinggi sehingga BOR (bed occupancy rate) RSUD, saat ini mencapai 70 persen. Tingkat kesembuhan juga menurun dari 90 persen menjadi 71,8 persen," katanya.

Bupati menginformasikan, BOR RSUD Goeteng Taroenadibrata, khususnya ICU sempat mengalami tingkat keterisian penuh.

Oleh karena itu, sempat ditutup karena tidak mampu menampung pasien.

Baca juga: Alhamdulillah, 146 KK di Purwosari Banyumas Mulai Terima BLT DD. Masing-masing Dapat Rp 300 Ribu

Baca juga: Terminal Tirtonadi Solo Sediakan Layanan Swab Antigen bagi Penumpang Bus AKAP, Harganya Rp 90 Ribu

Baca juga: Tim Kesayangan ke Final Euro 2020, Kakak Beradik di Kudus Ini Pakai Jersey Italia saat Vaksin Covid

Baca juga: Lanal Cilacap Gelar Vaksinasi Covid, Sasar 768 Warga Maritim

Akan tetapi, Tiwi telah meminta Direktur RSUD menambah tempat tidur ICU sebanyak 26 unit.

"Sehingga, hari ini, RSUD Goeteng Taroenadibrata telah dibuka kembali," imbuhnya.

Rapat Paripurna DPRD kali ini, Bupati juga menginformasikan perkembangan kasus Covid-19 di Purbalingga.

Ia menyampaikan, sampai hari ini, terdapat 2.200 kasus aktif Covid-19, 1.994 orang di antaranya menjalani isolasi mandiri, dan 206 orang dirawat di rumah sakit. (Tribunbanyumas/jti)

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved