Breaking News:

Berita Solo

Pandemi Covid Belum Teratasi, Kemenag Solo Imbau Warga Gelar Salat Iduladha di Rumah

Kementerian Keagamaan (Kemenag) Solo mengimbau warga melaksanakan salat Iduladha selama masa penerapan PPKM Darurat.

Penulis: Muhammad Sholekan | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/MAZKA HAUZAN NAUFAL
ILUSTRASI - Jemaah mengikuti salat Iduladha di Masjid Agung Baitunnur Pati, Jumat (31/7/2020). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SOLO - Kementerian Keagamaan (Kemenag) Solo mengimbau warga melaksanakan salat Iduladha selama masa penerapan PPKM Darurat.

Hal itu disampaikan Kepala Kemenag Solo, Hidayat Maskur, Rabu (7/7/2021).

"Pelaksanaan salat Iduladha dilakukan di rumah masing-masing. Tidak menggelar takbir keliling dan proses penyembelihan dilakukan pada hari tasryik 11, 12, dan Dzulhijah atau 21, 22, dan 23 Juli 2021," ucapnya.

Dia menyampaikan, secara syariat, hukum salat Iduladha adalah sunah muakadah. Afdolnya dilakukan secara berjamaah namun dilakukan sendiri juga boleh.

"Dilakukan secara berjamaah di rumah juga boleh. Terkait dengan khotbah, ini yang menjadi pembahasan di kalangan ulama. Jika kurang dari empat orang, mau dikasih khotbah monggo, tidak ya tidak masalah," jelasnya.

Baca juga: Terminal Tirtonadi Solo Sediakan Layanan Swab Antigen bagi Penumpang Bus AKAP, Harganya Rp 90 Ribu

Baca juga: Resmi! Sekolah Tatap Muka di Solo Ditunda

Baca juga: Ditunda Lagi! Piala Walikota Solo 2021 Batal Kick Off Besok

Baca juga: Antrean Permintaan Plasma Konvalesen di PMI Solo Tembus 129 Orang, Melonjak Sepekan Terakhir

Karena, lanjut Maskur, secara hukum Islam, masyarakat tidak melaksanakan salat saja tidak masalah.

Maskur menjelaskan, terkait khotbah, sebaiknya juga dilaksanakan para suami untuk memberi bimbingan kepada keluarga inti.

"Selama masa PPKM Darurat, semua tempat ibadah tidak diperbolehkan digunakan, semuanya diperintahkan untuk daring. Untuk pelaksanaan salat Jumat kita menggunakan fatwa dari MUI, salat Jumat diganti salat Dzuhur," jelasnya.

Sementara itu, Ketua Pengurus Masjid Agung Solo sekaligus Ketua Dewan Masjid Kota Solo Muhammad Muhtarom mengatakan, selama masa penerapan PPKM Darurat, Masjid Agung hanya digunakan oleh kalangan internal dalam hal ini adalah lingkup pesantren.

"Masjid Agung, sebagaimana surat edaran dan imbaun Kemenag bahwa ibadah salat Jumat termasuk salat Iduladha ditiadakan. Diimbau untuk salat di rumah masing-masing karena kondisi darurat," jelasnya.

Baca juga: Kesal Orangtua Tak Diberi Obat Pereda Sakit Perut, Pria di Tanon Sragen Ini Ancam Nakes Pakai Parang

Baca juga: Evaluasi PPKM Darurat Jateng: PKL Jadi Objek Pelanggaran Tertinggi, Tercatat Ada 713 Kasus

Baca juga: 20 Rumah di Karangsari Ngaliyan Kota Semarang Dibongkar Paksa, Diduga di Lahan Milik Pribadi

Baca juga: Pemkab Purbalingga Bakal Terapkan Gerakan Tiga Hari di Rumah Saja, Berlaku 9-11 Juli 2021

Muhtarom menambahkan, sejauh ini, pihaknya belum menerima satupun hewan kurban.

Dia menyebut, hal ini wajar karena jumlah jemaah Masjid Agung tidak terlalu banyak.

Biasanya, jemaah yang datang melakukan ibadah di masjid tersebut karena berasal dari berbagai wilayah.

"Tahun kemarin hasil pengumpulan hewan kurban hanya dapat tiga sapi. Diperparah dengan kondisi pandemi yang mengurangi banyak jemaah," ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved