Berita Jawa Tengah

Akhirnya Disegel, Rumah Kos Eks Hotel Putri Sima Pati, Sugiono: Jadi Tempat Prostitusi Terselubung

Mereka terpergok saat petugas tengah melaksanakan razia penegakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Jawa-Bali.

Penulis: Mazka Hauzan Naufal | Editor: deni setiawan
SATPOL PP KABUPATEN PATI
Penyegelan rumah indekos di Jalan Pati-Tayu, Desa Kutoharjo, Kecamatan Pati, Kabupaten Pati, Rabu (7/7/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PATI - Satpol PP Kabupaten Pati akhirnya menyegel rumah indekos di Jalan Pati-Tayu, Desa Kutoharjo, Kecamatan Pati, Rabu (7/7/2021).

Hal ini lantaran petugas menemukan bahwa rumah kos tersebut digunakan sebagai tempat asusila, termasuk prostitusi terselubung.

Kepala Satpol PP Kabupaten Pati, Sugiono mengatakan, pihaknya pernah menemukan pasangan muda-mudi di bawah umur (usia SMP) di tempat kos tersebut.  

Baca juga: Enam Pengedar Narkoba di Pati Dibekuk, Gunakan Bungkus Makanan Cokelat untuk Hindari Kecurigaan

Baca juga: Rumah Kos Bekas Hotel Putri Sima Pati Terancam Disegel, Empat Pasangan Ini Kepergok Lagi Ngamar

Baca juga: Penyekatan Jalur Masuk Wilayah Pati Belum Optimal, Masih Banyak Warga yang Nekat Terobos

Baca juga: Bupati Haryanto Segel Enam Tempat Karaoke di Pati, Boleh Buka Lagi Setelah 20 Juli 2021

Kemudian, pada Selasa (5/7/2021), pihaknya menemukan empat pasang muda-mudi yang bukan suami-istri sedang ngamar di rumah kos tersebut.

Mereka terpergok saat petugas tengah melaksanakan razia penegakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Jawa-Bali.

Berdasarkan tes usap (swab) antigen, dua orang di antaranya dinyatakan positif Covid-19.

“Mereka kemudian kami bawa ke tempat isolasi terpusat di Hotel Kencana Pati," ujar dia kepada Tribunbanyumas.com, Rabu (7/7/2021).

Sugiono menyebut, rumah kos tersebut juga disewakan oleh pemiliknya secara short time, dengan tarif per jam Rp 50 ribu. 

Dari hasil pengecekan data, ditemukan bahwa tempat tersebut tidak memiliki Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP).

Akhirnya, petugas menyegel dan menutup sementara tempat kos tersebut.

Pada bangunan kos tersebut dipasang spanduk bertuliskan "Usaha rumah kos ini tidak boleh beroperasi sebelum memiliki Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP)". (*)

Baca juga: Alhamdulillah, 146 KK di Purwosari Banyumas Mulai Terima BLT DD. Masing-masing Dapat Rp 300 Ribu

Baca juga: Warga Kalibagor Banyumas Ini Sulap Pelepah Pisang Jadi Lukisan, Dijual hingga Rp 850 Juta

Baca juga: Delapan Kereta Batal Berangkat, Khusus Wilayah PT KAI Daop V Purwokerto, Berikut Daftar Rincinya

Baca juga: Tujuh Ruas di Purwokerto Ini Ditutup Total, Hingga Senin 5 Juli 2021, Berikut Data Rincinya

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved