Breaking News:

Berita Kendal

Aturan Masih Digodok. Sebentar Lagi, Anak Berkebutuhan Khusus di Kendal Bisa Belajar di Sekolah Umum

Disdikbud Kendal menggarap serius pencanangan sekolah inklusi di lima sekolah dasar (SD) dan dua sekolah menengah pertama (SMP).

Penulis: Saiful Ma'sum | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/SAIFUL MA'SUM
Kepala Disdikbud Kendal, Wahyu Yusuf Akhmadi. 

Termasuk kriteria peserta didik berkebutuhan khusus yang nantinya dapat dilayani di sekolah inklusi atau diarahkan ke SLB.

Ke depan, Disdikbud akan menggandeng DPRD, tim penggerak PKK, Disdikbud Jateng, hingga perguruan tinggi yang menyediakan program studi pendidikan luar biasa. Seperti contoh Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta.

Dengan konsep yang matang, Wahyu berharap, Pemerintah Kendal bisa menetapkan piloting sekolah inklusi di lima SD dan dua SMP.

Baca juga: Makanan Rekomendasi WHO untuk Jaga Daya Tahan Tubuh di Tengah Pandemi Covid: Buah dan Sayuran Segar

Baca juga: Klaster Hajatan di Desa Brecek Purbalingga Meluas, PPKM Mikro Wilayah Diperpanjang

Baca juga: Atasi Krisis Oksigen di Rumah Sakit, Pemerintah Berencana Impor Tabung untuk Stok

Baca juga: Kapolda Jateng Janji Tindak Tegas Penimbun Obat dan Oksigen di Tengah Pandemi Covid

Selanjutnya, dikembangkan di semua sekolah yang ada sesuai Permendikud Nomor 70 Tahun 2009 tentang Pendidikan Inklusif.

"Kami juga perlu mengkonsep pendidikan inklusif menjadi proses pendidikan yang aman, tanpa kekerasan, dan menyenangkan. Nanti bisa dibentuk satuan pendidikan inklusif, di mana ada satu konsep pelayanan sebagai tolok ukur pelayanan pendidikan inklusif di Kabupaten Kendal," katanya.

"Saat ini sedang disusun juga konsep Peraturan Bupati Kendal tentang Penyelenggaraan Pendidikan Inklusif," tuturnya. (*)

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved