Breaking News:

Berita Kesehatan

Peringati Hari Thalasemia, Bupati Banyumas Janjikan Gedung Layananan Khusus di RSUD

Bupati Banyumas Achmad Husein mengagajak semua pihak dapat menyampaikan kepada masyarakat luas mengenai pentingnya mencegah thalasemia.

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/Istimewa
Bupati Banyumas Achmad Husein memberi bingkisan dalam seminar yang digelar bersama Yayasan Thalasemia Indonesia (YTI) Kabupaten Banyumas, Selasa (22/6/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Dinas Kesehatan bersama Yayasan Thalasemia Indonesia (YTI) Kabupaten Banyumas menyelenggarakan seminar kesehatan bertajuk Yuk Kenali Darahmu dan Cegah Thalasemia.

Acara tersebut menghadirkan narasumber Bupati Banyumas Achmad Husein, Ketua YTI Banyumas Erna Husein, Ketua Perhimpunan Orang Tua Penderita Thalassaemia Indonesia (POPTI) Banyumas Siti Aminah dan dr Muh Basalamah.

Kegiatan dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Thalasemia Tingkat Kabupaten Banyumas, Selasa (22/6/2021).

Pada seminar ini, peserta mendapat berbagai informasi mengenai Penyakit Thalasemia serta cara pencegahannya.

Thalasemia merupakan penyakit keturunan (kelainan genetik) akibat kelainan sel darah merah. Penyakit ini tidak menular.

Baca juga: Bioskop di Purwokerto Banyumas Harus Tutup Lagi, Berlaku Mulai Tanggal 24 Juni

Baca juga: Kapasitas Tempat Tidur Covid Tinggal 29%, Pemkab Banyumas Siapkan Hotel Rosenda sebagai RS Darurat

Baca juga: Kandang Ayam Dua Lantai di Kembaran Banyumas Terbakar, Polisi Masih Selidiki Asal Api

Baca juga: Kecelakaan Karambol di Sokaraja Banyumas, Libatkan Empat Mobil, Begini Kronologinya

Dalam acara tersebut, Bupati Banyumas Achmad Husein mengagajak semua pihak dapat menyampaikan kepada masyarakat luas mengenai pentingnya mencegah thalasemia, serta menjaga pola hidup sehat, sehingga penyakit ini dapat dicegah.

Pemkab Banyumas sudah berusaha melakukan screening anak dan orang yang berpotensi menurunkan thalasemia.

"Kami sudah berusaha adakan screening meski belum masif dan meminta kepada KUA, apabila ada orang yang berpotensi membawa keturunan Thalasemia, agar diingatkan. Kalau dilarang, kayaknya ga mungkin. Maka, sebaiknya tidak punya anak atau kesadaran dari penderita thalasemia sendiri, itu lebih baik," kata bupati dalam rilis yang diterima, Selasa.

Husein mengatakan, tahun ini, Gedung Pelayanan Thalasemia RSUD Banyumas akan kembali dibangun untuk melayani warga thalasemia.

"Saya tidak bisa membayangkan bagaimana anak-anak kita ini, sepanjang hidupnya, harus bertranfusi darah setiap bulan bahkan ada yang tiga pekan sekali. Belum lagi, setelah tranfusi, harus minum obat kalesi besi yang besar-besar," ungkapnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved