Breaking News:

Berita Internasional

Gara-gara Serangan Tikus, Ratusan Narapidana di Penjara Australia Dievakuasi

Serangan hama tikus melanda pertanian di Australia. Bahkan, serangan tikus ini merembet ke sebuah penjara di New South Wales.

Editor: rika irawati
SHUTTERSHOCK/Carlos Aranguiz via Kompas.com
Ilustrasi tikus. Hama tikus menyerang New South Wales, Australia. Tak hanya pertanian, tikus juga merusak bangunan penjara di wilayah tersebut. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SYDNEY - Serangan hama tikus melanda pertanian di Australia. Bahkan, serangan tikus ini merembet ke sebuah penjara di New South Wales yang membuat pemerintah setempat mengevakuasi narapidana, Selasa (22/6/2021).

Hama tikus tersebut diketahui merusak infrastruktur penting. Mereka menggerogoti panel langit-langit dan kabel penjara di New South Wales (NSW).

Mereka pun harus memperbaiki kondisi tersebut.

"Kesehatan, keselamatan, dan kesejahteraan staf serta narapidana adalah prioritas nomor satu kami. Jadi, penting bagi kami untuk bertindak sekarang melakukan pekerjaan remediasi yang vital," kata Peter Severin dari Corrective Services NSW, seperti dikutip Channel News Asia.

Baca juga: Kacang Termahal di Dunia Asal Australia Macadamia Dibudidayakan di Banjarnegara, Mau Bibitnya?

Baca juga: Kapal Yacht Asal Australia Dibegal Saat Melintasi Perairan Lampung

Baca juga: Warga Australia Diminta Segera Tinggalkan Indonesia: Jangan Tunda Kepulangan Anda

Langkah ini membuat mereka memindahkan 420 narapidana dan 200 staf dari Lembaga Pemasyarakatan Wellington ke fasilitas lain, akhir bulan ini.

"Kami ingin melakukan perombakan ini sekali dan kami ingin itu dilakukan dengan benar. Yang berarti, kami akan mencari cara untuk mengurangi dampak wabah serupa di masa depan," kata Asisten Komisaris Lembaga Pemasyarakatan Wellington Kevin Corcoran, seperti dilansir Channel News Asia.

Tikus telah menghancurkan hasil panen petani dan menyiksa penduduk di Australia Timur itu selama berbulan-bulan. TIkus telah menyerang pertanian menjelang panen raya.

Wabah tikus ini adalah yang terbaru dalam serangkaian bencana yang melanda petani Australia.

Sebelum serangan tikus, petani harus menghadapi kekeringan selama bertahun-tahun, diikuti oleh kebakaran hutan yang menghancurkan pada akhir 2019 hingga awal 2020.

Setelah itu, terjadi banjir yang merusak di beberapa daerah. (*)

Baca juga: Bingung Cari Produk Unggulan UMKM Banyumas? Berkunjung Saja ke Galeri Niaga Banyumas

Baca juga: Peringati Hari Thalasemia, Bupati Banyumas Janjikan Gedung Layananan Khusus di RSUD

Baca juga: Bioskop di Purwokerto Banyumas Harus Tutup Lagi, Berlaku Mulai Tanggal 24 Juni

Baca juga: Pemkot Semarang Izinkan Warga Berumur 18-49 Daftar Vaksinasi Covid, Syaratnya Tinggal di Zona Oranye

Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved