Breaking News:

Penanganan Corona

Gerakan Sepekan di Rumah Saja Efektif Turunkan Angka Covid, Bupati Kudus Minta Warga Lanjutkan

Bupati Kudus HM Hartopo menilai, kebijakan sepekan di rumah saja yang diberlakukan pekan lalu, efektif menekan laju Covid-19 di Kudus.

Penulis: Rifqi Gozali | Editor: rika irawati
TRIBUN BANYUMAS/RIFQI GOZALI
Bupati Kudus, HM Hartopo. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KUDUS - Bupati Kudus HM Hartopo menilai, kebijakan sepekan di rumah saja yang diberlakukan pekan lalu, efektif menekan laju Covid-19 di Kudus. Meski begitu, dia belum memastikan apakah imbauan itu akan dilanjutkan.

Hartopo mengaku perlu mempertimbangkan dan melihat perkembangan terkini.

"Lihat perkembangannya dulu," ujar Hartopo, Minggu (20/6/2021).

Sejak sepekan terakhir, Pemkab Kudus memberlakukan kebijakan di rumah saja bagi warga. Hal itu mengingat tingginya kasus Covid-19 di Kudus.

Baca juga: Posko PPKM Mikro Kecamatan Bae Kudus Ditengok Panglima TNI dan Kapolri, Bakal Dibawa ke Madura

Baca juga: Bupati Hartopo Heran, Kasus Covid Varian Delta di Kudus Banyak: Kok Bisa, Tertular dari Mana?

Baca juga: Kudus Masuk Zona Merah Penyebaran Covid, Sementara Masjid Agung Kudus Tidak Gelar Salat Jumat

Baca juga: Kudus Masuk Zona Merah Penyebaran Covid, Sementara Masjid Agung Kudus Tidak Gelar Salat Jumat

Apalagi, di Kudus, terdeteksi varian delta yang memiliki tingkat penularan lebih tinggi.

"(Kebijakan sepekan di rumah saja) lumayan efektif," kata Hartopo.

Sebelumnya, Bupati Kudus mengeluarkan edaran agar masyarakat tetap di rumah ketika tidak ada keperluan penting.

Hal itu tertuang dalam Surat Edaran Nomor 360/1323/04.03/2021.

Kebijakan di rumah saja berlangsung sejak Senin (14/6/2021) sampai Minggu (20/6/2021).

Hartopo mengatakan, pemberlakuan kebijakan di rumah saja bagi masyarakat bermanfaat menguji taraf kedisiplinan.

"Karena dengan adanya imbauan itu kan tidak ada sanksi hukumnya. Hanya sebatas imbauan," kata Hartopo.

Pemberlakuan kebijakan di rumah saja tidak hanya kali ini. Sebelumnya, Pemkab Kudus juga mengeluarkan kebijakan serupa.

Baca juga: Bukit Manggala Cilongok Banyumas, Tawarkan Panorama Padang Rumput Layaknya di New Zealand

Baca juga: Pemkab Purbalingga Perketat PPKM Mikro, Tempat Wisata Harus Tutup 21 Juni-5 Juli 2021

Baca juga: Dikabarkan Diminati Klub Korea Selatan Seongnam FC, Begini Respon Bek PSIS Semarang Pratama Arhan

Baca juga: Pulang dari Salatiga, Ketua MUI Cholil Nafis Positif Covid

Hartopo menilai, tingkat kepatuhan masyarakat akan kebijakan tersebut mencapai 60 persen.

"Sangat luar biasa taat, walaupun, yang kemarin (kepatuhannya) persentase 50-60 persen. Tapi ini sudah luar biasa bagi kami," kata dia.

"Harapan kami, lewat (kebijakan) di rumah saja, masyarakat lebih menyadari kondisi Covid-19 seperti ini. Kalau tidak ada kegiatan yang urgent, jangan keluar. Masak di rumah. Kalau tidak, pakai ojol kan bisa. Sekarang rumah makan melayani take a way," ujar dia. (*)

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved