Breaking News:

Berita Jawa Tengah

Porang Potensi Ekspor, Bupati Semarang Sebut Setahun Petani Bisa Hasilkan Seribu Ton

Tanaman porang selain memiliki nilai ekonomi yang tinggi, juga tidak masalah apabila ditanam pada lahan kurang produktif.

Penulis: M Nafiul Haris | Editor: deni setiawan
TRIBUN BANYUMAS/M NAFIUL HARIS
Bupati Kabupaten Semarang, Ngesti Nugraha saat mengawali panen perdana tanaman porang di Desa Tukang, Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang, Jumat (18/6/2021). 

Dia menyatakan, dengan harga tersebut sangat menguntungkan petani ketimbang hanya menanam padi.

Lebih lanjut, Pemkab Semarang tengah mendorong sejumlah pengusaha agar mengolah umbi porang dalam bentuk chip atau kering.

Bupati Semarang mengungkapkan, saat ini mulai didirikan beberapa industri pengolahan chip dengan kapasitas dari 5 sampai 20 ton per hari.

"Industri pengolahan chip saat ini sudah ada di Bergas, Jambu, dan Tengaran yang dapat
mengolah dari basah menjadi chip kering."

"Kemudian, kami juga akan fasilitasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk permodalan petani guna pengembangan porang ini," ujarnya.

Tanaman Porang yang dibudidayakan Sudadi, petani di Desa Kadirejo, Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang, Selasa (23/3/2021).
Tanaman Porang yang dibudidayakan Sudadi, petani di Desa Kadirejo, Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang, Selasa (23/3/2021). (TRIBUNBANYUMAS/M NAFIUL HARIS)

Ketua Kelompok Tani Sendangmulyo, Muhammad Sudadi mengatakan, selama tiga tahun menanam porang, pertahun dapat menghasilkan sekira Rp 800 juta.

Baik itu dari penjualan umbi basah atau kering, dan biji katak untuk pembibitan porang.

Sudadi menjelaskan, porang selama ini diolah menjadi tepung untuk kebutuhan industri pangan ekspor seperti pembuatan Konnyaku atau Shirataki.

Adapun beberapa negara yang menjadi tujuan ekspor hasil tanaman porang seperti China, Vietnam, India, dan Eropa.

"Cara budidaya porang cukup sederhana."

Halaman
123
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved