Breaking News:

Berita Jateng

Bertambah 2009 Kasus, Okupansi RS Rujukan Covid-19 di 17 Kabupaten/Kota di Jateng Tinggal 30 Persen

Tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy ratio (BOR) rumah sakit rujukan pasien Covid-19 di Jateng, melonjak.

Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: rika irawati
TRIBUN BANYUMAS/MAMDUKH ADI PRIYANTO
Kepala Dinkes Jateng, Yulianto Prabowo. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy ratio (BOR) rumah sakit rujukan pasien Covid-19, baik ruang ICU maupun tempat isolasi, di Provinsi Jawa Tengah, mengalami lonjakan.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jateng Yulianto Prabowo menuturkan, sebenarnya, tingkat keterisian tempat tidur secara umum, di Jateng, masih di bawah 70 persen.

"Namun, jika dilihat per kabupaten dan kota, ada 17 daerah atau kabupaten dan kota yang BOR-nya di atas 70 persen," kata Yulianto, Selasa (15/6/2021).

Baca juga: Tambah Tiga Daerah Berzona Merah di Jateng, Presiden Jokowi Beri Warning Ini

Baca juga: Gubernur Jateng Mewanti Kepala Daerah: Jangan Karena Citra Politik, Tracing dan Testing Berhenti

Baca juga: Jepara Kembali Berstatus Zona Merah, Pemkab Gunakan Asrama Undip sebagai Lokasi Karantina Covid

Baca juga: Kota Tegal Dikeliling Wilayah Zona Merah Covid-19, Sekda Johardi Minta Warga Lakukan Hal Ini

Sementara, untuk 18 daerah lain, tingkat keterisian tempat tidur di rumah sakit rujukan masih di bawah 70 persen.

Namun, angka tersebut fluktuatif atau dinamis setiap hari. Ini terjadi karena lalu lintas keluar masuk pasien Covid-19, baik di ruang isolasi rumah sakit ataupun ICU, sangat cepat.

Ketika ditanya apakah ada daerah yang tingkatan huniannya mencapai 100 persen, Yulianto menyebut, jika dilihat per-kabupaten dan kota, tidak ada.

Hanya, ada sejumlah rumah sakit yang sempat mencapai angka okupansi hingga 100 persen. Sayang, Yulianto tak menyebut rumah sakit dan daerahnya.

Ia mengatakan, lonjakan kasus tidak hanya terjadi di Kudus dan beberapa daerah merah di Jateng tetapi juga terjadi di provinsi lain.

Berdasarkan data harian di Dinkes Jateng, kasus aktif per Selasa (15/6/2021), tercatat ada tambahan 2.009 kasus.

Sedangkan angka kesembuhan, ada tambahan 1.160 per Selasa. Serta, angka tambahan 126 pasien terkonfirmasi Covid-19, meninggal dunia.

Baca juga: Pembangunan Jateng Valley di Hutan Penggaron Ungaran Dimulai, Ganjar: Harus Berorientasi Lingkungan

Baca juga: Hasil Euro 2020: 2 Golnya Dianulir Wasit, Prancis Tetap Menang 0-1 dari Gol Bunuh Diri Jerman

Baca juga: Harga Emas Antam di Pegadaian Pagi Ini, Rabu 16 Juni 2021: Rp 986.000 Per Gram

Yulianto menegaskan, berdasarkan instruksi dari Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, rumah sakit atau tempat isolasi terpusat di semua kabupaten dan kota harus meningkatkan tempat tidur isolasi.

"Diwajibkan kabupaten dan kota meningkatkan jumlah tempat tidur isolasi maupun ICU di rumah sakit. Di tempat isolasi, tambah minimal 30 persen, dan tempat tidur ICU minimal 15 tempat tidur," ujarnya.

Untuk tenaga kesehatan atau sumber daya manusia, pihaknya berupaya melakukan penambahan, lewat kerja sama dengan Fakultas Kedokteran perguruan tinggi di Jateng, pemerintah swasta, serta sekolah tinggi kesehatan poltekkes atau pun akademi kesehatan. (*)

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved