Breaking News:

Teror Virus Corona

Hanya Sepekan, 14 Pasien Covid-19 di Kabupaten Semarang Meninggal

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Semarang mencatat ada 14 pasien terkonfirmasi positif Covid-19, meninggal dunia dalam sepekan terakhir.

Penulis: M Nafiul Haris | Editor: rika irawati
KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG
ILUSTRASI. Petugas pemakaman membawa peti jenazah pasien suspect virus corona atau Covid-19 di TPU Pondok Rangon, Jakarta Timur, Kamis (21/5/2020). 

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Semarang mencatat ada 14 pasien terkonfirmasi positif Covid-19, meninggal dunia dalam sepekan terakhir.

Kepala DKK Semarang Ani Rahadrjo mengatakan, sesuai laporan hari penanganan pandemi Covid-19, sejak 9 Juni 2021, kasus penularan terus meningkat.

"Semula, tercatat akumulatif ada 455 orang pasien meninggal karena positif Covid-19. Kemudian, angkanya terus bertambah, sampai kemarin menjadi 469 orang. Artinya, dalam sepekan ini, ada kurang lebih 14 orang meninggal dunia," terangnya saat dihubungi Tribunbanyumas.com, Selasa (15/6/2021).

Baca juga: Berstatus Zona Merah Covid-19, Pemkab Semarang Hendak Sewa Hotel, Antisipasi Kurangnya Ruang Isolasi

Baca juga: Bertambah 29 Kasus dalam Satu Hari, Kabupaten Semarang Kini Berstatus Zona Merah Penularan Covid-19

Baca juga: Teror Lempar Batu Hantui Pengendara di Kabupaten Semarang, Kaca Depan Tiga Mobil Pecah dalam Semalam

Menurut Ani, meskipun tingkat kematian tergolong kecil, yakni diangka 3,8 persen, tetapi perlu diketahui bersama bahaya penularan virus Corona perlu diwaspadai masyarakat.

Ia menambahkan, penyebaran Covid-19 di Kabupaten Semarang masih terus terjadi bahkan dari sebanyak 139 orang dari penambahan kasus terbaru, terdapat satu di antaranya, ibu hamil.

"Saat ini, ada enam klaster aktif yang menyebabkan terjadinya lonjakan kasus, mulai dari klaster rumah tangga dengan 64 orang terpapar. Lalu, perkantoran ada delapan orang positif, kemudian klaster sekolah dan pabrik masing-masing empat kasus baru, dan sisanya tenaga kesehatan," katanya.

Dia mengungkapkan, apabila diakumulasi, dalam 14 hari terakhir atau sepanjang Juni 2021, terjadi penambahan sekira 1.059 kasus Covid-19 di Kabupaten Semarang yang membuat status naik ke zona merah.

Ani menyatakan, guna menekan laju penularan Covid-19 selain sosialisasi pentingnya penerapan protokol kesehatan secara masif.

Upaya lain, proses vaksinasi baik untuk lansia maupun pralansia terus digalakkan.

"Sampai hari ini, capain vaksinasi, baik untuk pelayan publik, tenaga kesehatan dan lansia, di angka 157.483 orang, dari total sasaran sebanyak 623.493. Selanjutnya, kami juga sudah mendapat tambahan vaksin sejumlah 4.000 dosis," ujarnya. (*)

Baca juga: Legenda Bulutangkis Markis Kido Berpulang, Diduga Kena Serangan Jantung saat Bermain

Baca juga: Pasien Covid Antre sampai Lesehan di Wisma Atlet Jakarta, Videonya Viral di Media Sosial

Baca juga: Sunat Bantuan Covid untuk TPQ dan Madin hingga Rp 500 Juta, Warga Bojong Pekalongan Jadi Tersangka

Baca juga: Harga Emas Antam di Pegadaian Pagi Ini, Selasa 15 Juni 2021: Rp 988.000 Per Gram

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved