Breaking News:

Berita Semarang Hari Ini

Cerita Tukang Jagal di Kampung Bustaman Semarang, Kini Tinggal Hitungan Jari Telunjuk

Yusuf, merupakan satu dari dua jagal hewan yang tersisa di Kampung Bustaman yang dahulu terkenal dengan kampung jagal Kota Semarang.

Penulis: budi susanto | Editor: deni setiawan
TRIBUN BANYUMAS/BUDI SUSANTO
Muhammad Yusuf dan Lukman Nurhakim bergelut dengan kambing potong di sebuah gang kecil yang ada di Kampung Bustaman RT 05, RW 03, Karangkidul, Kecamatan Semarang Tengah, Sabtu (12/6/2021) dini hari. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Kumandang adzan subuh belum terdengar, namun Muhammad Yusuf (65) bersama anak ke empatnya, Lukman Nurhakim (26), sudah bergelut dengan beberapa kambing yang sudah dipotong.

Pisau super tajam mereka gunakan untuk membersihkan kulit dan memotong daging kambing, di sebuah gang kecil yang ada di Kampung Bustaman RT 05 RW 03, Karangkidul, Kecamatan Semarang Tengah.

Yusuf, merupakan satu dari dua jagal hewan yang tersisa di Kampung Bustaman yang dahulu terkenal dengan kampung jagal Kota Semarang.

Baca juga: Ini Keistimewaan Tol Semarang-Demak Menurut Presiden Jokowi

Baca juga: Teror Pelemparan Batu Kian Marak di Kabupaten Semarang, Kepolisian Janji Segera Tangkap Pelaku

Baca juga: Lagi Negosiasi Kontrak, Dua Pemain Asing PSIS Semarang Beri Sinyal Positif Bakal Bergabung Lagi

Baca juga: Pelatih PSIS Semarang Ini Prediksi Bomber Italia Bakal Bikin Kejutan di Euro 2020

Setiap hari ia bersama Lukman, dibantu keluarganya memotong puluhan kambing yang sudah dipesan pelanggannya.

Pria 65 tahun itu setiap hari bergelut dengan kambing potong sedari pukul 02.30 hingga subuh.

Aktivitas tersebut sudah dijalani Yusuf puluhan tahun lamanya, lantaran ia menjadi jagal hewan dari 1967.

Kepiawaiannya dalam hal menguliti dan memotong daging kambing pun tak perlu diragukan.

Dalam 15 menit ia bisa membersihkan dua kambing dan menyisakan kerongkongannya.

Di tengah aktivitasnya, Yusuf menceritakan kejayaan Kampung Bustaman yang warganya sangat terkenal dengan pekerjaan jagal hewan.

“Di era 70 an hingga 80 an, di kampung ini sangat ramai, bahkan ada puluhan orang yang bekerja menjadi jagal hewan."

Halaman
123
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved