Breaking News:

Berita Banyumas

Diduga Korban Malapraktik. Tangan Warga Sudagaran Banyumas Harus Diamputasi Gara-gara Sakit Perut

Warga Desa Sudagaran, Kecamatan Banyumas, Kabupaten Banyumas, diduga menjadi korban malapraktik Rumah Sakit Siaga Media Banyumas.

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS.COM/PERMATA PUTRA SEJATI
Ari Santoso (tengah) didampingi istri, berdiksusi dengan Ketua Peradi SAI Purwokerto Djoko Susanto, Senin (7/6/2021). Warga Desa Sudagaran, Kecamatan Banyumas, Kabupaten Banyumas, itu diduga menjadi korban malapraktik saat menjadi pasien di Rumah Sakit Siaga Media Banyumas. 

Akhirnya, anaknya yang kemudian menemui pihak rumah sakit mendapat rekomendasi jika tangan Ari harus diamputasi pada hari Minggu.

"Saya langsung nangis mendapat kabar itu. Saya benar-benar tidak tahu, sebenarnya rasanya diinfus yang benar itu bagaimana karena seumur-umur baru kali ini diinfus," ungkapnya.

Ari mengatakan, tidak pernah ada keluhan penyakit apapun dan tidak ada riwayat diabetes.

Lantaran harus mengalami cacat seumur hidup, Ari memutuskan membawa kasus itu ke ranah hukum.

Sementara, Ketua Peradi SAI Purwokerto Djoko Susanto yang juga merupakan kuasa hukum Ari mengatakan, pihaknya akan melaporkan kejadian itu ke presiden melalui menteri kesehatan.

"Ini pasien rumah sakit keluhannya penyakit dalam. Namun, penanganan dalam rumah sakit malah mengakibatkan dugaan pecah pembuluh darah di tangan dan mengharuskan diamputasi," ungkapnya.

Baca juga: Dikepras untuk Pelebaran Jalan, Tebing di Sikenong Wanayasa Banjarnegara Longsor. Jalan Desa Putus

Baca juga: Viral, Pasangan Remaja Ciuman di Kebun Teh Kemuning Karanganyar Terekam Kamera CCTV

Baca juga: Jangan Diam! Warga yang Mengetahui KDRT di Salatiga Diminta Beri Pertolongan dan Ajukan Perlindungan

Baca juga: Miris! Jarum Suntik dan Alat Cek Covid-19 Berceceran di Jembatan Penyeberangan Simpang Tujuh Kudus

Ia akan melakukan upaya advokasi dan meminta pertanggungjawaban pihak rumah sakit.

Djoko mengungkapkan, secara fisik, pasien dalam kondisi tidak bermasalah.

Kemudian, tidak memiliki riwayat diabetes atau tekanan darah tinggi.

Pihaknya menyayangkan jika pasien ternyata juga disatukan kamarnya dengan pasien Covid-19.

Saat dikonfirmasi terkait kejadian tersebut, Dirut RS Siaga Banyumas dr Panji Anggara mengatakan, akan berkoordinasi dengan dokter penanggung jawab.

"Detailnya, kami akan berkoordinasi dengan dokter penanggung jawab," imbuhnya. (Tribunbanyumas/jti)

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved