Breaking News:

Berita Banyumas

Tutup Pelatihan Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana, Wabup Banyumas: Relawan Harus Tahu SOP

Wakil Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono menutup kegiatan latihan dan pembaretan Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana Kabupaten Banyumas, Sabtu.

TRIBUNBANYUMAS/Istimewa
Wakil Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono menyiram air kembang kepada peserta saat menutup kegiatan latihan dan pembaretan Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) BPBD Kabupaten Banyumas Tahun 2021 di Lapangan Limpakuwus Kecamatan Sumbang, Sabtu (5/6/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BANYUMAS - Wakil Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono menutup kegiatan latihan dan pembaretan Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) BPBD Kabupaten Banyumas, Sabtu (5/6/2021).

Acara berlangsung di Lapangan Limpakuwus, Kecamatan Sumbang, Banyumas.

Penutupan pelatihan ditandai penyiraman air kembang dan pemasangan baret kepada para peserta.

Diberitakan sebelumnya, pelatihan tersebut diikuti 30 anggota TRC-PB.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Banyumas Titik Puji Astuti mengatakan, pelatihan tersebut merupakan langkah strategis meningkatkan kapasitas, kapabilitas, serta soliditas.

Baca juga: 30 Relawan di Banyumas Ikuti Pelatihan Reaksi Cepat Penanganan Bencana, Ini Materi yang Didapat

Baca juga: Tak Perlu Mondar-mandir di Dinas, Urus Izin Usaha di Banyumas Kini Cukup Lewat Aplikasi OSS-RBO

Baca juga: Bersih-bersih Taman Kota, Cara Pramuka Banyumas Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia

Baca juga: Terobos Palang Pintu, Bus Ringsek Dihantam KA Ranggajati di Sumpiuh Banyumas, Satu Warga Meninggal

Baca juga: Wisuda SMK Pelayaran Purwokerto Dibubarkan Tim Satgas, Dihadiri Hingga 700 Orang

Terutama, kekompakan antaranggota tim reaksi cepat yang sangat dibutuhkan ketika harus menghadapi situasi gawat darurat.

Dalam sambutannya, Wabup Sadewo Tri Lastiono mengatakan, anggota TRC-PB harus sigap, sehat, dan berani, serta didukung kemampuan dalam penanganan bencana.

Hal itu penting mengingatnya kompleksnya tugas-tugas BPBD dalam tata cara penyelesaian persoalan di lapangan sehingga anggota harus terus mengasah kemampuan terhadap penanganan bencana.

"Meski bencana tidak kita inginkan namun jika itu terjadi, saya harap, mereka dapat langsung terjun ke kelapangan dan dapat menyelesaikan masalah," katanya dalam rilis yang diterima, Minggu (6/6/2021).

Baca juga: Kasus Covid di Kota Semarang Meningkat, GOR Tri Lomba Juang Ditutup Lagi Sementara

Baca juga: Polisi Temukan 300 Pohon Ganja di Rumah Warga di Songgom Brebes, Ditanam di Pot

Baca juga: Viral di Medsos Baut-baut di Jembatan Merah Lepas, Bupati Purbalingga Cek Langsung. Ini Hasilnya

Baca juga: Jelang Laga Melawan Vietnam, Shin Tae-yong Hanya Beri Satu Porsi Latihan untuk Evan Dimas Dkk

Sadewo mencontohkan, ketika terjadi bencana banjir, tim reaksi cepat harus tahu apa saja yang dipersiapkan serta bagaimana standar operasional prosedur yang mesti dijalankan dalam memberikan pelayanan.

"Hal itu penting sehingga dapat meminimalkan korban serta kerugian harta benda," jelasnya.

Dalam kesempatan ini, Sadewo mengucapkan terima kasih kepada TNI, Polri, PMI, dan semua pihak yang telah mendukung dan menyukseskan kegiatan pelatihan ini.

Dia juga mengajak semua pihak, terutama relawan, semisal PMI, untuk berkolaborasi dalam setiap penanganan bencana yang mungkin terjadi di Kabupaten Banyumas. (Tribunbanyumas/jti)

Penulis: Permata Putra Sejati
Editor: rika irawati
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved