Breaking News:

Berita Internasional

Cegah Peringatan Tiananmen, Polisi Hong Kong Ciduk Aktivis Prodemokrasi

Polisi Hong Kong menahan aktivis prodemokrasi, Chow Hang-tung (37), Jumat (4/6/2021).

Editor: rika irawati
AFP PHOTO/PETER PARKS
ILUSTRASI. Ben Chung (kedua dari kanan) dari kelompok politik pro-demokrasi ditangkap oleh polisi di distrik Central setelah sebanyak 50 tokoh oposisi Hong Kong ditangkap di Hong Kong pada 6 Januari 2021. Jelang peringatan Tiananmen, polisi Hong Kong kembali menangkap aktivis pro-demokrasi. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, HONG KONG - Polisi Hong Kong menahan aktivis prodemokrasi, Chow Hang-tung (37), Jumat (4/6/2021). Penangkapan ini merupakan bagian dari upaya mereka mencegah peringatan tragedi Tiananmen, 4 Juni.

Chow dijemput empat petugas di luar kantornya. Chow merupakan aktivitas terkemuka di Hong Kong yang belum dipenjara.

Dikutip Channel News Asia, Chow merupakan salah satu wakil ketua Aliansi Hong Kong yang menyelenggarakan acara tahunan memperingati peristiwa Tiananmen.

Seorang sumber polisi mengatakan kepada AFP, Chow telah ditahan karena dicurigai mempublikasikan pertemuan yang melanggar hukum.

Baca juga: UU Keamanan Hong Kong Memakan Korban, 50 Anggota Parlemen dan Aktivis Prodemokrasi Ditangkap

Baca juga: Isnaini Berbagi Cerita Jalankan Puasa di Hongkong, TKI Asal Kendal: Susah Salat Tarawih Berjamaah

Peringatan Tiananmen biasa dilakukan di Hong Kong untuk menandai peringatan pasukan China yang menghancurkan protes demokrasi damai di Lapangan Tiananmen, Beijing, pada 4 Juni 1989.

Ratusan orang tewas dalam tindakan keras itu, dengan perkiraan lebih dari 1.000 orang.

Peringatan publik dari acara tersebut dilarang di daratan China.

Di bawah kebijakan satu Tiongkok, dua sistem yang dimaksudkan untuk memberi Hong Kong lebih banyak kebebasan, kota itu merupakan satu-satunya tempat di tanah Tiongkok di mana peringatan berskala besar ditoleransi.

Peringatan di Hong Kong biasanya dilakukan di Victoria Park, di mana nyala lilin diadakan untuk mengenang mereka yang terbunuh dan menyerukan China untuk menerapkan demokrasi.

Namun, tahun ini, pihak berwenang juga melarang pertemuan dan penyalaan lilin dengan alasan pandemi virus corona.

Sementara, izin tahun lalu juga ditolak karena pandemi, ditentang ribuan orang.

Baca juga: Bermasalah pada Ban dan Sabuk Pengaman, Tesla Tarik Ribuan Mobil yang Dipasarkan di AS dan China

Baca juga: Tolak Beri Uang THR, Pedagang Buah di Bobotsari Purbalingga Dikeroyok Tukang Palak

Baca juga: 30 Relawan di Banyumas Ikuti Pelatihan Reaksi Cepat Penanganan Bencana, Ini Materi yang Didapat

Baca juga: 505 Calon Jemaah Haji Solo Batal Lagi Berangkat ke Tanah Suci, Kemenag: Belum Ada yang Tarik Dana

Tetapi, banyak yang telah berubah di Hong Kong selama setahun terakhir ketika pihak berwenang berusaha memadamkan gerakan pro-demokrasi di kota itu dengan menggunakan undang-undang keamanan nasional baru yang kuat untuk mengkriminalisasi banyak perbedaan pendapat.

Para pejabat telah memperingatkan klausul subversi dari undang-undang itu dapat digunakan terhadap mereka yang ikut memperingati peristiwa Tiananmen.

Sebagian besar aktivis Hong Kong yang paling menonjol berada di penjara, telah ditangkap atau telah melarikan diri ke luar negeri. (*)

Artikel ini sudah tayang di Kontan.co.id dengan judul Aktivis Hong Kong ditangkap jelang peringatan peristiwa Tiananmen.

Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved