Breaking News:

Berita Banyumas

30 Relawan di Banyumas Ikuti Pelatihan Reaksi Cepat Penanganan Bencana, Ini Materi yang Didapat

BPBD Banyumas menggelar pelatihan reaksi cepat penanggulangan bencana bagi 30 relawan, Kamis dan Jumat.

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/Istimewa
Relawan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banyumas mengikuti Pelatihan Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana di Desa Kotayasa dan Limpakuwus, Kecamatan Sumbang, Jumat (4/6/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BANYUMAS - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banyumas menggelar Pelatihan Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana di Desa Kotayasa dan Limpakuwus, Kecamatan Sumbang, Banyumas, Kamis(3/6/2021)-Jumat (4/6/2021).

Kegiatan yang diikuti 30 relawan yang tergabung dalam Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) BPBD Kabupaten Banyumas itu dibuka Sekda Banyumas Wahyu Budi Saptono.

Dalam sambutannya, Wahyu mengatakan, secara geografis, Indonesia merupakan negara kepulauan yang terletak pada pertemuan empat lempeng tektonik.

Selain itu, mempunyai sabuk vulkanik yang memanjang dari Pulau Sumatera-Jawa-Nusa Tenggara hingga Sulawesi.

Baca juga: Polsek Cilongok Banyumas Di-Lockdown, Layanan SKCK dan Pelaporan Dialihkan ke Mobil BLKK

Baca juga: KRONOLOGI 22 Polisi Polsek Cilongok Banyumas Positif Covid, Terdeteksi saat Bhabinkamtibmas Tes PCR

Baca juga: 13 Pelajar Diamankan, Berniat Konvoi Kelulusan di Wilayah Banyumas

Baca juga: Warga Kranji Banyumas Tewas Tertabrak KA Serayu, Tak Gubris Klakson Panjang Kereta

Kondisi tersebut sangat berpotensi menimbulkan bencana, di antaranyaletusan gunung berapi, gempa bumi, tsunami, banjir dan tanah longsor.

Selain itu, wilayah Indonesia terletak di daerah iklim tropis dengan dua musim, yaitu panas dan hujan, dengan ciri-ciri adanya perubahan cuaca, suhu dan arah angin yang cukup ekstrim.

Kondisi itu dapat memicu beberapa dampak buruk, semisal banjir, tanah longsor, kebakaran hutan, dan kekeringan.

"Apalagi seiring dengan berkembangnya waktu dan meningkatnya aktivitas manusia, kerusakan lingkungan hidup cenderung semakin parah dan memicu meningkatnya jumlah kejadian dan intensitas bencana tersebut," katanya dalam rilis yang diterima, Jumat.

Mengingat datangnya bencana selalu tiba-tiba dan sering tanpa ada tanda-tanda sebelumnya, Wahyu meminta relawan senantiasa waspada dan siap agar dapat meminimalkan dampak negatif dari sebuah bencana.

Untuk itu, keberadaan tim reaksi cepat yang tangguh, solid, serta mempunyai kemampuan dan kompetensi dalam penanggulangan bencana, akan sangat menentukan keberhasilan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved