Breaking News:

Berita Nasional

Dinilai Sebarkan Berita Bohong Soal Hasil Tes Swab, Rizieq Shihab Dituntut Penjara 6 Tahun

Mantan pimpinan FPI Rizieq Shihab dituntut enam tahun penjara atas kasus hasil swab tes palsu RS UMMI Bogor.

Editor: rika irawati
Tribunnews/Jeprima
Pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab menyapa pendukung dan simpatisan saat tiba di sekitar markas FPI, Petamburan, Jakarta Pusat (10/11/2020). Saat tiba, Rizieq menyampaikan orasi di hadapan massa pendukungnya untuk melakukan revolusi akhlak. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, JAKARTA - Mantan pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab kembali menghadapi tuntutan hukum dari jaksa penuntut umum (JPU). Kali ini, Rizieq dituntut enam tahun penjara atas kasus hasil swab tes palsu RS UMMI Bogor.

Jaksa menilai, Rizieq Shihab terbukti secara sah dan meyakinkan menyebarkan berita bohong.

Tuntutan itu dibacakan JPU di ruang sidang utama Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur, Kamis (3/6/2021).

Dalam tuntutannya jaksa menyatakan, Rizieq Shihab sebagai terdakwa, terbukti menyebarkan berita bohong.

"Menyatakan bahwa terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan menyebarkan berita bohong atas kondisi kesehatannya," kata Jaksa dalam ruang sidang PN Jakarta Timur.

Rizieq Shihab Dituntut 6 Tahun Penjara di Kasus Tes Swab Covid-19 di RS UMMI Bogor

Dianggap Ikut Sebarkan Berita Bohong, Menantu Rizieq Shihab Dituntut 2 Tahun Bui di Kasus Tes Swab

Baca juga: Divonis Bersalah, Rizieq Shihab Harus Bayar Denda Rp 20 Juta dalam Kasus Kerumunan Megamendung Bogor

Baca juga: Polisi Tetapkan Rizieq Shihab dan Lima Panitia Acara Pernikahan Putri Rizieq Jadi Tersangka

Tak hanya itu, jaksa juga menyatakan, Rizieq melanggar Pasal 14 Ayat 1 (ke-1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Dengan begitu, jaksa menuntut eks Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) itu kurungan penjara selama 6 tahun.

"Menjatuhkan pidana penjara kepada Habib Rizieq Shihab selama 6 tahun penjara, dikurangi masa tahanan," tuntut jaksa.

Dalam tuntutannya, jaksa menyatakan, hal yang memberatkan Rizieq Shihab dalam perkara ini karena pernah dipidana dua kali pada 2003 dan 2008.

Dia juga dianggap tidak mendukung upaya penanggulangan pemerintah memerangi Covid-19.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved