Breaking News:

Berita Semarang Hari Ini

Ilmu Titen Jadi Model Suwanto Disabilitas Semarang Modifikasi Motor Roda Tiga

Suwanto kini sudah mempunya bengkel sepeda motor spesialis roda tiga yang diberi nama Komunitas Motor Penyandang Cacat (Compac) Motorcycle. 

Penulis: iwan Arifianto | Editor: deni setiawan
ISTIMEWA
Penyandang disabilitas Semarang, Suwanto (40) sedang berkreasi di bengkel sepeda motor roda tiga di Kampung Jangli RT 08 RW 02, Candisari, Kota Semarang. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Apresiasi Staf Khusus Presiden Bidang Sosial, Angkie Yudistia terhadap Kota Semarang yang sukses bina disabilitas, bukan isapan jempol. 

Buktinya seorang disabilitas Semarang, Suwanto (40) mampu berkreasi dengan membuka usaha bengkel sepeda motor roda tiga. 

Dari tangan dingin tuna daksa ini hampir 100 motor roda tiga pernah dibuatnya. 

Namun siapa sangka, ada kisah perjuangan gigih Suwanto demi mewujudkan impiannya tersebut. 

Baca juga: Bupati Semarang Minta Ujian Sekolah Digelar Daring, Ngesti: Tatap Muka Hanya bagi Siswa Susah Sinyal

Baca juga: HOAKS: Pendaftaran Vaksinasi bagi Warga Umum Umur 18-59 Tahun, Ini Penjelasan Dinkes Kota Semarang

Baca juga: Renovasi Stadion Jatidiri Semarang Akhirnya Dilanjut, Disporapar Jateng: Memasuki Tahap Lima

Baca juga: 484 Pegawai Diputus Kontrak, Tidak Patuh Aturan Pemkot Semarang, Nekat Mudik Saat Lebaran

Semula Suwanto adalah tuna daksa yang  bekerja sebagai tukang jahit. 

Pria lulusan SMP ini sempat ikut pelatihan menjahit lalu bekerja di sebuah tempat jasa penjahitan.

Dulu dia diberi upah minim sebesar Rp 35 ribu per bulan.

Tak puas hanya jadi tukang jahit, pria warga Kampung Jangli RT 08 RW 02, Candisari, Kota Semarang, lantas bercita-cita ingin punya motor. 

Cita-cita itu bahkan membuatnya bernazar tak akan cukur rambut sebelum punya motor. 

Akhirnya sekira 2004 saat rambutnya sudah gondrong dia dapat memiliki motor. 

Motornya kala itu berupa Kawasaki Binter Joy double yang dikenal sebagai motor bebek pertama Kawasaki di Indonesia. 

"Saya belum bisa naik karena masih roda dua," ungkapnya kepada Tribunbanyumas.com, Rabu (2/6/2021).

Sejak itu dia kesulitan menemukan bengkel yang bersedia servis kendaraan roda tiga yang biasa dia gunakan. 

Kebanyakan bengkel yang dia datangi menolak karena motor yang digunakannya lebih ribet.

Untuk itu, dia mempunyai keinginan untuk bisa menjadi montir atau tukang bengkel spesialis kendaraan untuk orang dengan kebutuhan khusus atau difabel. 

Namun, untuk menjadi tukang bengkel ternyata tak mudah.

Dia pun bertahun-tahun bergumul dengan dunia otomotif secara otodidak. 

Berulang kali dia alami kegagalan di bidang tersebut. 

"Saya belajar dulu tak ada yang ngajarin." 

"Ilmu ini saya peroleh dengan cara otodidak."

"Hanya pakai ilmu titen saja bertahun-tahun," paparnya. 

Penyandang disabilitas Semarang, Suwanto (40) sedang berkreasi di bengkel sepeda motor roda tiga di Kampung Jangli RT 08 RW 02, Candisari, Kota Semarang.
Penyandang disabilitas Semarang, Suwanto (40) sedang berkreasi di bengkel sepeda motor roda tiga di Kampung Jangli RT 08 RW 02, Candisari, Kota Semarang. (ISTIMEWA)

Baca juga: Keberaniannya Perlu Diacungi Jempol, Siswi SDN 3 Nanggulan Baca Geguritan di Hadapan Gubernur Ganjar

Baca juga: Dicanangkan Jadi Desa Damai Berbudaya, Ini Pesan Gubernur Jateng Kepada Warga Nglinggi Klaten

Hasil dari kerja kerasnya, kini dia sudah mempunya bengkel sepeda motor spesialis roda tiga yang diberi nama Komunitas Motor Penyandang Cacat (Compac) Motorcycle. 

Meski tak besar, bengkel itu sudah bertahan hingga 15 tahun sampai saat ini.

Namun baru pada 2013, dia mulai diberi mandat untuk mengelola bengkel tersebut. 

"Bengkel ini jadi rujukan teman-teman difabel kalau mau modif atau buat sepeda motor roda tiga datang ke bengkel ini," jelasnya kepada Tribunbanyumas.com, Rabu (2/6/2021).

Dia menjelaskan, untuk memodifikasi kendaraan dipatok tarif rentang Rp 5,5 juta hingga Rp 8,5 juta. 

Biaya itu akan sepadan dengan hasil modifikasi karena banyak fitur tambahan yang diperlukan untuk mengubah motor roda dua menjadi roda tiga.

Di antaranya bagian gardan, komponen yang memungkinkan motor mundur otomatis.

Bagi penyandang disabilitas, fitur ini tentu sangat penting.

Selain itu ada tambahan tiga rem cakram pada motor untuk keamanan pengendara.

Pihaknya sudah memodifikasi hampir 100 motor milik disabilitas di daerah Jawa Tengah. 

"Pernah juga melayani permintaan dari disabiltas asal Jakarta," katanya. 

Menurutnya, Compac Motorcycle tak hanya memodifikasi tetapi juga menerima perbaikan dan perawatan rutin motor.

Dalam sebulan, pendapatannya tak menentu apalagi saat pandemi Covid-19.

"Omzet bengkel turun 50 persen selama pandemi namun tetap harus bersyukur," terangnya. 

Dia tak hanya mengandalkan pendapatan dari usaha bengkel saja tetapi usaha jasa jahit. 

Meski usaha jasa jahit turun 80 persen namun tetap bisa menjadi sumber penghasilan tambahan. 

"Tumpuan usaha utama motor semoga kondisi lekas pulih," ucapnya. 

Sampai pada tahap ini dia bersyukur, setidaknya bisa hidup mandiri tanpa merepotkan orang lain.

"Kami para penyandang disabilitas juga bisa hidup mandiri," tegasnya. 

Di sisi lain, dia mengaku, belum mendapatkan pelayanan vaksinasi Covid-19.

Padahal disabilitas termasuk kelompok rentan. 

Dia meminta pemerintah mempercepat proses vaksinasi bagi disabilitas. 

Masukannya, jika pemerintah ingin memberi vaksin kepada kami bisa melakukan pendataan melalui kelompok disabilitas. 

Bukan mendata lewat kecamatan atau kelurahan. 

"Total ada 22 komunitas disabilitas Kota Semarang terdiri dari semua unsur disabilitas baik tuna daksa, tuna rungu, netra dan lainnya," tandasnya. (Iwan Arifianto)

Baca juga: Keanggotaan Komunitas Sarsipol Bertambah, Politeknik Banjarnegara Ikut Gabung

Baca juga: Mohon Maaf, Sementara Waktu Keluarga Tidak Bisa Membesuk Tahanan Polres Kebumen

Baca juga: Ini Kekhawatiran Dragan Djukanovic, Jelang PSIS Semarang Sambut Liga 1 2021

Baca juga: Vaksinasi Massal di Kota Salatiga, Target Tiga Hari Ada Enam Ribu Orang Sudah Disuntik

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved