Breaking News:

Berita Jawa Tengah

Catatan DPRD Jateng Soal RPJMD Perubahan: Pemprov Masih Terlalu Pesimis, Perlu Belajar dari Jatim

Perubahan RPJMD dibutuhkan lantaran hingga 2023 ada program-program pembangunan daerah dan sejumlah target pembangunan yang harus dilakukan evaluasi.

Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: deni setiawan
ISTIMEWA
Ketua Pansus Perubahan RPJMD DPRD Jateng, Mohammad Saleh. 

Pengangguran terbukanya juga naik 5,67 persen.

Lalu, pertumbuhan ekonomi dipasang turun dari 6,0 persen menjadi 5,29 persen.

"Pemerintah masih beralasan Covid-19 sebagai penyebabnya."

"Padahal KSPN Borobudur terus berjalan, KI Kendal, KIT Batang sudah lari kencang."

"Masa target (pertumbuhan ekonomi) 7 persen dari Pemerintah Pusat tidak berani dipasang minimal mendekati, di angka 6,2 persen," kata Bendahara DPD Golkar Jateng ini.

Kondisi ini kontras dengan Jawa Timur yang mampu mengoptimalkan potensi Perpres Nomor 80 Tahun 2019 soal percepatan ekonomi di Jawa Timur.

Menurutnya, perlu bagi Pemprov Jateng untuk melihat kembali semua indikator revisi RPJMD Jateng.

"Tentu harus optimis bukan pesimis."

"Niat bekerja atau pasrah terhadap keadaan," ujarnya. (Mamduh Adi)

Baca juga: Sah, IAIN Purwokerto Ganti Nama Jadi UIN Saizu Purwokerto

Baca juga: Saya Kira Ada Pak Jokowi: Antusiasme Warga Saksikan Pesawat Mengudara di JB Soedirman Purbalingga

Baca juga: Peternak Ayam di Banjarnegara, Bangun Kolam Ikan di Bawah Kandang, Tak Lagi Bingung Beli Pelet

Baca juga: Begini Kronologi Truk Hantam Tiga Motor di Jalur Tengkorak Kertek Wonosobo, Akibatkan Empat Tewas

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved